kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.871   25,00   0,15%
  • IDX 8.952   15,68   0,18%
  • KOMPAS100 1.234   4,97   0,40%
  • LQ45 870   2,35   0,27%
  • ISSI 326   1,69   0,52%
  • IDX30 442   2,68   0,61%
  • IDXHIDIV20 521   4,22   0,82%
  • IDX80 137   0,61   0,44%
  • IDXV30 145   1,22   0,85%
  • IDXQ30 142   1,08   0,77%

SBI Berjangka Enam Bulan Semakin Laris


Selasa, 09 Desember 2008 / 08:54 WIB


Sumber: KONTAN | Editor: Didi Rhoseno Ardi

BANDUNG. Bank Indonesia (BI) berbesar hati karena Sertifikat Bank Indonesia (SBI) berjangka enam bulan kembali laris. Deputi Direktur Statistik Moneter Bank Indonesia Wiwiek Sisto Hidayat mengakui, minat pasar untuk menempatkan dana di SBI enam bulan nyaris lenyap setelah krisis likuiditas meletup.

Pelaku pasar hanya mau menempatkan uang mereka di SBI dengan tenor 1 bulan dan 3 bulan. Maklumlah, di saat likuiditas sulit, tentu pemilik dana lebih suka menyimpan di instrumen berjangka pendek.

Di masa krisis pun, dana di SBI enam bulan hanya berkisar Rp 4 triliun-Rp 5 triliun, dari total dana di SBI yang jumlahnya mencapai Rp 200 triliun. Namun hingga lelang pekan lalu, dana di SBI 6 bulan meningkat hingga Rp 31 triliun. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan penempatan dana di SBI 3 bulan yang hanya mencapai Rp 12 triliun. Tapi, SBI bertenor sebulan masih menjadi pengumpul dana terbanyak, yaitu Rp 129 triliun.

Meningkatnya minat terhadap SBI enam bulan terlihat sejak tiga pekan lalu, terutama setelah BI memberikan sinyal menurunkan BI rate. Pada lelang pekan lalu SBI 6 bulan menawarkan bunga 12% per tahun.

Pendorong lainnya adalah kebijakan BI yang membolehkan bank untuk menggadaikan SBI ke BI. Jadi, bank tidak perlu khawatir kesulitan likuiditas saat menyimpan SBI dengan jangka waktu lebih panjang.

Kendati peminat SBI enam bulan sudah mulai banyak, BI masih menahan rencana penerbitan SBI berjangka lebih panjang, yaitu 9 bulan. Sebelumnya, BI pernah menawarkan fasilitas SBI 9 bulan. Tapi, tawaran itu tak mendapat tanggapan dari pasar.

"Dalam ketidakpastian seperti ini, tak heran jika pasar masih belum tertarik menempatkan dana di SBI sembilan bulan," kata Wiwiek.

Wiwiek meramal, naiknya dana di SBI enam bulan merupakan pertanda transaksi repo SBI akan semakin marak. Apalagi, sejak Kamis lalu (5/12), BI telah memutuskan untuk menurunkan bunga repo dari BI rate plus 1% menjadi BI rate plus 0,5%. Ini berarti ongkos bank untuk meminjam duit ke BI menjadi lebih murah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×