kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45897,19   -11,35   -1.25%
  • EMAS1.358.000 -0,37%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Sejumlah Multifinance Catatkan Pertumbuhan Positif Pembiayaan Kendaraan Bekas


Minggu, 19 November 2023 / 20:45 WIB
Sejumlah Multifinance Catatkan Pertumbuhan Positif Pembiayaan Kendaraan Bekas
ILUSTRASI. Karyawan melayani nasabah di kantor cabang CIMB Niaga Auto Finance, Bintaro, Tangerang Selatan, Senin (28/8/2023). (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah perusahaan multifinance mencatatkan pertumbuhan positif pembiayaan kendaraan bekas. Salah satunya perusahaan multifinance CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatatkan pembiayaan kendaraan bekas hingga Oktober 2023 mencapai Rp 3,16 triliun.

"Nilai itu tumbuh sebesar 13%, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,81 triliun," ucap Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman kepada Kontan.co.id, Jumat (17/11).

Menurut Ristiawan, pembiayaan mobil bekas masih merupakan penyokong pertumbuhan pembiayaan di CNAF. Terbukti, secara komposisi pembiayaan mobil bekas sampai Oktober 2023 mencapai 46% dari total pembiayaan baru. Dia mengatakan nilai itu meningkat 5%, jika dibandingkan dengan komposisi periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu sebesar 41%.

Rsitiawan menjelaskan salah satu faktor pendorong pertumbuhan pembiayaan mobil bekas di CNAF, yakni adanya peningkatan relationship dengan showroom berupa penambahan sumber daya dan memberikan loyalty program terhadap showroom. Selain itu, CNAF juga memberikan suku bunga yang bersaing dengan pasar sehingga menjadi salah satu alternatif pilihan untuk nasabah. 

Baca Juga: Mandala Finance Sebut Pembiayaan Motor Bekas Meningkat Tahun Ini

"Dalam rangka kenaikan pertumbuhan pembiayaan, CNAF juga terus bersinergi dengan induk usaha, yaitu PT Bank CIMB Niaga Tbk, untuk menjaring para nasabah," ungkapnya.

Mengenai prospek ke depan, Ristiawan menyebut potensi pembiayaan mobil bekas akan terus naik dan berlanjut, melihat kenaikan yang terjadi mulai Semester II-2023. Dia menyampaikan potensi meningkatnya pembiayaan mobil bekas karena beberapa faktor, di antaranya harga kendaraan yang lebih murah serta ketersediaan unit yang melimpah. Ditambah banyaknya nasabah menggunakan pembiayaan kendaraan bekas untuk modal kerja atau kegiatan produktif lainnya.

Ristiawan mengatakan sampai akhir tahun ini diharapkan penyaluran pembiayaan baru kendaraan bekas bisa mencapai Rp 3,8 triliun. Dia mengatakan CNAF optimistis menargetkan pertumbuhan pada tahun depan sebesar Rp 4,2 triliun atau meningkat 11%, jika dibandingkan 2023. 

Senada dengan CNAF, PT Mandala Multifinance (MFIN) atau Mandala Finance juga mengalami pertumbuhan positif kendaraan bekas, khususnya motor bekas. Managing Director Mandala Finance Cristel Lasmana menyampaikan tren pembiayaan motor bekas mengalami peningkatan pada tahun ini, jika dibandingkan tahun sebelumnya. Dia menilai pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh harga motor bekas yang lebih terjangkau.

"Kami melihat adanya kebutuhan pasar dan permintaan pelanggan kami yang makin meningkat akan pembiayaan motor bekas. Salah satu faktor pentingnya, yakni harga motor bekas yang lebih terjangkau," ucapnya kepada Kontan.co.id, Minggu (19/11).

Meski tren pembiayaan motor bekas tengah positif, Cristel mengatakan porsi penyaluran pembiayaan yang dilakukan pada 2023 masih didominasi oleh motor baru. Dia pun enggan membeberkan nilai penyaluran pembiayaan motor bekas terbaru.

Cristel mengungkapkan peningkatan pembiayaan motor bekas juga dipengaruhi oleh upaya Mandala Finance. Dia menyebut Mandala Finance memperluas kerja sama dengan dealer motor bekas sepanjang tahun ini. 

Baca Juga: MUF Catat Penyaluran Pembiayaan UMKM Capai Rp 10,1 Triliun hingga Oktober 2023

"Dengan demikian, konsumen kami lebih mudah mendapatkan layanan pembiayaan akan kebutuhan mereka tersebut," katanya.

Cristel pun memperkirakan potensi permintaan kendaraan bekas di Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan yang positif ke depannya. Oleh karena itu, dia mengatakan pihaknya akan terus memantau tren, kebutuhan pasar, dan permintaan pelanggan untuk dapat terus berinovasi dan memperluas jangkauan layanan guna memenuhi kebutuhan pelanggan.

Mengenai target pembiayaan untuk kendaraan bekas tahun depan, Cristel mengaku belum bisa bicara banyak terkait hal itu. Sebab, saat ini Mandala Finance masih dalam tahap finalisasi pembahasan tersebut. 

"Namun, kami optimistis akan potensi kenaikan permintaan kendaraan bekas dari masyarakat," ungkapnya.

Melihat hal itu, Cristel menyampaikan target pembiayaan juga diproyeksikan meningkat untuk tahun depan, terutama di pembiayaan kendaraan roda dua baru maupun bekas dan juga pembiayaan multiguna untuk berbagai kebutuhan.

Setali tiga uang, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mencatatkan pertumbuhan pembiayaan kendaraan bekas hingga September 2023 menunjukkan kenaikan sebesar 26% secara tahunan menjadi Rp 6,2 triliun. 

"Pembiayaan segmen kendaraan bekas (mobil dan sepeda motor) berkontribusi sebesar 20% dari keseluruhan portofolio Adira Finance," ucap Direktur Portofolio Adira Finance Harry Latif.

Sementara itu, Harry mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2024 masih di atas 5%. Oleh karena itu, dia menyebut faktor itu akan mendorong penyaluran pembiayaan Adira Finance baik kendaraan bekas maupun kendaraan baru untuk tetap tumbuh. 

Meskipun demikian, Harry menyebut Adira Finance tetap harus mengantisipasi adanya dampak dari penyelenggaraan pemilu. Dia mengatakan hal itu bisa menjadi tantangan untuk penyaluran pembiayaan perusahaan. 

Harry menyampaikan Adira Finance menargetkan pembiayaan baru secara keseluruhan dapat tumbuh hingga 20% pada 2023. Dia mengaku optimistis dengan target tersebut dengan mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang masih cukup kuat sekitar 5% YoY. 

"Didukung oleh peningkatan konsumsi masyarakat, sektor pariwisata, dan kinerja ekspor yang cukup baik," ujarnya.

Harry menerangkan Adira Finance telah menerapkan beberapa strategi untuk dapat mendorong pembiayaan baru perusahaan, termasuk lewat pembiayaan investasi. Adapun beberapa strateginya, yaitu Adira Finance akan memperkuat dan meraih pangsa pasar di bisnis otomotif melalui diversifikasi produk dan menyediakan berbagai program penjualan yang menarik bagi nasabah.

Selain itu, memperluas jaringan ke bisnis non otomotif dengan terus melakukan diversifikasi produk yang ditawarkan untuk mendukung pertumbuhan bisnis, seperti produk multiguna, durables, dan lainnya.

"Terus mengembangkan digitalisasi di dalam perusahaan dan ekosistem, seperti melakukan proses otomatisasi dan berinvestasi dalam bisnis digital lewat Adiraku, momobil.id, momotor.id, dicicilaja.co.id, dan lainnya," ungkapnya.

Harry juga menyebut Adira Finance akan melanjutkan fokus terhadap customer centris dengan meningkatkan pelayanan, menawarkan produk yang beragam, dan memberikan program konsumen loyal. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×