Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sektor produktif mendominasi total outstanding penjaminan di industri penjaminan per Juli 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, nilai outstanding penjaminan sektor produktif mencapai Rp 283,56 triliun per Juli 2026.
"Nilainya memakan porsi 68,94% dari total outstanding penjaminan per Juli 2026," ungkap Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Selasa (8/9/2026).
Ogi mengatakan, kondisi itu menunjukkan pentingnya peran industri dalam mendukung pembiayaan sektor produktif, serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Baca Juga: Pembiayaan Mobil Bekas Adira Finance Tembus Rp 3,3 Triliun Per Juli 2026
Lebih lanjut, OJK juga turut angkat bicara mengenai dampak kenaikan Non Performing Loan (NPL) kredit UMKM terhadap industri penjaminan. Asal tahu saja, NPL kredit UMKM sebesar 4,54% pada Juni 2026, atau naik dari 4,41% pada Juni 2025.
Ogi menerangkan, kenaikan NPL UMKM perlu menjadi perhatian industri. Sebab, hal tersebut dapat berdampak pada kualitas portofolio dan klaim penjaminan.
"Meski demikian, industri tetap dapat berekspansi secara selektif dengan memperhatikan kualitas debitur dan profil risiko," tuturnya.
Terkait kinerja industri, OJK mencatat, nilai aset perusahaan penjaminan mencapai Rp 60,48 triliun per Juli 2026. Nilainya terkontraksi 4,64% secara Year on Year (YoY).
Adapun nilai imbal jasa penjaminan mencapai Rp 4,83 triliun per Juli 2026, atau tumbuh 8,72% YoY. OJK juga mencatat, nilai klaim penjaminan sebesar Rp 4,45 triliun per Juli 2026, atau tumbuh 7,51% YoY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














