kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Supaya efisien, BTN manfaatkan Pos Indonesia


Rabu, 29 Mei 2013 / 19:03 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo (kanan) memberi semangat seorang anak yang telah divaksinasi COVID-19 di Kompleks SDN Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (15/12/2021). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa.


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) berusaha untuk melakukan efisiensi dalam hal operasionalnya. Salah satu cara yang dilakukan adalah bekerja sama dengan PT Pos Indonesia.

"BTN mencari Dana Pihak Ketiga (DPK) lewat outlet Pos. Ini bisa meminimalisir pembukaan cabang kami," sebut Wakil Direktur BTN Evi Firmansyah, di Hotel JW Marriott, Rabu, (29/5).

Selain tak perlu membangun cabang, BTN pun tidak perlu menempatkan banyak orang di outlet Pos. Pihaknya hanya perlu melatih satu orang pegawai Pos untuk dijadikan agen. Ini bahkan lebih efisien ketimbang menaruh lima orang pegawai di cabang.

Saat ini saja, sudah ada 3.000 outlet Pos Indonesia yang terkoneksi secara online dengan sistem BTN. Evi mengaku, pihaknya akan terus mengembangkan kerja samanya. Ini bahkan bisa menjadi salah satu cara untuk menurunkan Beban Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO) BTN.

Pasalnya, BOPO BTN tercatat meningkat. Per April, rasio BOPO-nya yakni 83%. Padahal, di penghujung 2012, BOPO-nya yakni 79%. Tahun ini, BTN menargetkan rasio BOPO berada di kisaran 76-80%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×