CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Tabungan Kelas Menengah Bawah Rp 100 Juta Mulai Pulih Perlahan di Awal 2026


Minggu, 19 April 2026 / 18:14 WIB
Tabungan Kelas Menengah Bawah Rp 100 Juta Mulai Pulih Perlahan di Awal 2026
ILUSTRASI. LPS bayar klaim simpanan nasabah BPR Kamadana (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

Bhima menjelaskan, tekanan berasal dari berbagai faktor, mulai dari kenaikan harga energi, bahan baku industri, hingga pelemahan nilai tukar rupiah yang memicu imported inflation.

Kondisi ini berpotensi menekan daya beli dan mendorong pelaku usaha melakukan efisiensi, yang pada akhirnya berdampak pada pendapatan masyarakat.

Selain itu, tingginya pinjaman online juga menjadi indikator tekanan likuiditas rumah tangga. Nilainya yang telah menembus Rp 100 triliun menunjukkan sebagian masyarakat mulai bertahan dengan utang, bukan lagi tabungan.

Baca Juga: LPS Siapkan Pembayaran Klaim Simpanan Nasabah BPR Pembangunan Nagari

“Sebagian kelas menengah rentan bertahan dari pinjaman ke pinjaman, yang pada akhirnya tetap menggerus tabungan,” tambahnya.

Dengan berbagai tekanan tersebut, Bhima memproyeksikan tren perbaikan simpanan kelas menengah bawah belum tentu berlanjut sepanjang tahun ini. Risiko penurunan tabungan masih terbuka jika tekanan ekonomi tidak mereda.

Di sisi lain, perbankan dinilai perlu menyiapkan strategi untuk menjaga pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). Salah satunya dengan mendorong produk simpanan berbasis valuta asing (valas), yang dinilai lebih menarik di tengah pelemahan rupiah.

Selain itu, bank juga perlu mengoptimalkan penghimpunan dana dari deposan besar, termasuk mendorong peralihan dana dari giro ke deposito agar dana tersimpan lebih lama.

Baca Juga: Simpanan Korporasi BCA Tembus Rp 414 Triliun pada 2025

“Bank juga bisa memperkuat layanan wealth management untuk menarik dana dari nasabah dengan simpanan besar, sehingga likuiditas lebih terjaga,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×