kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.062   62,00   0,34%
  • IDX 5.736   -204,78   -3,45%
  • KOMPAS100 758   -27,64   -3,52%
  • LQ45 571   -17,85   -3,03%
  • ISSI 199   -7,18   -3,49%
  • IDX30 324   -9,90   -2,96%
  • IDXHIDIV20 403   -9,33   -2,26%
  • IDX80 86   -3,04   -3,43%
  • IDXV30 110   -3,34   -2,95%
  • IDXQ30 105   -2,88   -2,67%

Tabungan Kelas Menengah Bawah Rp 100 Juta Mulai Pulih Perlahan di Awal 2026


Minggu, 19 April 2026 / 18:14 WIB
Tabungan Kelas Menengah Bawah Rp 100 Juta Mulai Pulih Perlahan di Awal 2026
ILUSTRASI. LPS bayar klaim simpanan nasabah BPR Kamadana (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

Bhima menjelaskan, tekanan berasal dari berbagai faktor, mulai dari kenaikan harga energi, bahan baku industri, hingga pelemahan nilai tukar rupiah yang memicu imported inflation.

Kondisi ini berpotensi menekan daya beli dan mendorong pelaku usaha melakukan efisiensi, yang pada akhirnya berdampak pada pendapatan masyarakat.

Selain itu, tingginya pinjaman online juga menjadi indikator tekanan likuiditas rumah tangga. Nilainya yang telah menembus Rp 100 triliun menunjukkan sebagian masyarakat mulai bertahan dengan utang, bukan lagi tabungan.

Baca Juga: LPS Siapkan Pembayaran Klaim Simpanan Nasabah BPR Pembangunan Nagari

“Sebagian kelas menengah rentan bertahan dari pinjaman ke pinjaman, yang pada akhirnya tetap menggerus tabungan,” tambahnya.

Dengan berbagai tekanan tersebut, Bhima memproyeksikan tren perbaikan simpanan kelas menengah bawah belum tentu berlanjut sepanjang tahun ini. Risiko penurunan tabungan masih terbuka jika tekanan ekonomi tidak mereda.

Di sisi lain, perbankan dinilai perlu menyiapkan strategi untuk menjaga pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). Salah satunya dengan mendorong produk simpanan berbasis valuta asing (valas), yang dinilai lebih menarik di tengah pelemahan rupiah.

Selain itu, bank juga perlu mengoptimalkan penghimpunan dana dari deposan besar, termasuk mendorong peralihan dana dari giro ke deposito agar dana tersimpan lebih lama.

Baca Juga: Simpanan Korporasi BCA Tembus Rp 414 Triliun pada 2025

“Bank juga bisa memperkuat layanan wealth management untuk menarik dana dari nasabah dengan simpanan besar, sehingga likuiditas lebih terjaga,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×