Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia Financial Group (IFG) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui partisipasi dalam Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan 118 Kolaboratif Tahun 2026 yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI).
Program bertema "Memperkokoh Nilai-Nilai Kebangsaan dengan Meningkatkan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045" tersebut menjadi wadah untuk memperkuat kepemimpinan lintas sektor dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional.
Baca Juga: Didorong Naik Kelas, OJK Sebut Sejumlah Bank KBMI I Siapkan Konsolidasi
Dalam kesempatan itu, Direktur SDM IFG Rizal Ariansyah hadir sebagai narasumber dengan materi bertajuk "Kepemimpinan Kolaboratif untuk Mewujudkan Asta Cita dan Ketahanan Nasional".
Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika global serta percepatan transformasi teknologi.
Rizal mengatakan penguatan kepemimpinan dan pengembangan human capital menjadi salah satu fondasi utama dalam mendukung ketahanan nasional sekaligus mewujudkan Asta Cita.
"Di tengah perubahan yang berlangsung semakin cepat, organisasi membutuhkan pemimpin yang tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga memiliki integritas, semangat kolaborasi, dan wawasan kebangsaan yang kuat. IFG meyakini bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi utama dalam memperkuat daya saing organisasi sekaligus mendukung ketahanan ekonomi dan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya melalui keterangannya, Jumat (26/6/2026).
Baca Juga: SBN Dominasi Alokasi Investasi Dana Pensiun per April 2026
Menurut Rizal, tantangan masa depan tidak lagi dapat diselesaikan melalui pendekatan sektoral. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci untuk menghadirkan solusi pembangunan yang berkelanjutan.
Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep whole-of-nation yang menempatkan seluruh elemen bangsa sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional, termasuk ketahanan ekonomi.
Sementara itu, Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily mengapresiasi konsistensi Direksi IFG beserta anggota holding yang terus berpartisipasi dalam Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan.
Baca Juga: Bank Mandiri bukukan laba bersih Rp23,3 triliun , tumbuh 18,6% hingga Mei 2026
Menurut Ace, sinergi antara Lemhannas RI dan IFG merupakan langkah strategis dalam menyiapkan pemimpin yang mampu mengintegrasikan kepentingan korporasi dengan kepentingan nasional.
"Kami mengapresiasi komitmen Direksi IFG dan anggota holding yang secara konsisten mengikuti Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan. Melalui program ini, kami berharap para peserta dapat memperkuat karakter kebangsaan, integritas, dan kapasitas kepemimpinan di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global," ujar Ace.
Melalui keikutsertaan dalam program tersebut, IFG berharap dapat terus mencetak pemimpin yang profesional, adaptif, dan berintegritas, sekaligus mampu mendukung pembangunan nasional melalui penguatan ketahanan ekonomi. Langkah ini sejalan dengan peran IFG sebagai holding BUMN di sektor asuransi, penjaminan, dan investasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














