kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Tambah modal, Pemprov Banten siap rombak manajemen Bank Banten


Minggu, 26 Juli 2020 / 19:48 WIB
ILUSTRASI. Suasana pelayanan nasabah di kantor Bank Banten, Jakarta (31/5). PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) berkeinginan untuk meningkatkan penyaluran kredt komersial. Hal ini untuk meningkatkan realisasi penyaluran kredit. KONTAN/Muradi/2017/05/


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

Asal tahu, eks Bank Pundi ini sejak akhir tahun lalu memang telah berencana menggelar dua rights issue tahun ini, pada Juni 2020 untuk menghimpun dana Rp 500 miliar Rp 500 miliar, dan Desember 2020 untuk menghimpun Rp 700 miliar.

Bank Banten disebut Fahmi juga sejatinya memang sangat membutuhkan modal tambahan untuk memperbaiki kinerja keuangannya.

Baca Juga: Analis : Aturan baru LPS bisa jamin keselamatan dana nasabah di bank kecil menengah

Maklum perseroan selalu dapat rapor merah sejak diakuisisi PT Banten Global Development. Dari kalkulasinya, Bank Banten minimum butuh Rp 500 miliar untuk mulai mendulang laba tahun depan.

“Dengan tambahan modal minimum Rp 500 miliar, akan kami gunakan untuk ekspansi kredit mencapai Rp 2,02 triliun, yang kemudian bisa mengurangi cost of fund hingga 10,66%. Ini jadi salah satu skenario terbaik bagaimana kami bisa meraih impas (break even point) pada 2021,” sambungnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×