kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.012.000   68.000   2,31%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

Tekan BOPO pada 2026, Asippindo Sebut Industri Penjaminan Perlu Terapkan Strategi Ini


Minggu, 22 Februari 2026 / 21:05 WIB
Tekan BOPO pada 2026, Asippindo Sebut Industri Penjaminan Perlu Terapkan Strategi Ini
ILUSTRASI. Asippindo (Dok/Asippindo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) menyampaikan industri penjaminan perlu menerapkan sejumlah strategi untuk menekan angka Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) dan meningkatkan laba pada 2026.

Sekretaris Jenderal Asippindo, Agus Supriadi mengatakan industri penjaminan dapat menempuh strategi berupa memperkuat manajemen risiko dan underwriting, guna menekan klaim penjaminan sejak awal. Selain itu, mengedepankan digitalisasi proses bisnis, termasuk otomasi akseptasi, monitoring, dan klaim untuk menurunkan biaya operasional.

Baca Juga: Ini Kata Asippindo Soal BOPO Industri Penjaminan Naik Jadi 67,73% per Akhir 2025

"Ditambah, melakukan optimalisasi struktur biaya, melalui evaluasi efisiensi organisasi dan pengendalian biaya nonproduktif," ungkapnya kepada Kontan, Jumat (20/2/2026).

Agus menerangkan strategi lainnya yang bisa dilakukan, yaitu menerapkan diversifikasi produk dan portofolio penjaminan. Dengan demikian, sumber pendapatan lebih berimbang dan tidak bergantung pada segmen berisiko tinggi.

Agus menyebut industri juga dapat melakukan sinergi dengan perbankan, Pemerintah Daerah, dan lembaga keuangan lainnya, guna meningkatkan volume penjaminan yang berkualitas. Dengan kombinasi strategi tersebut, dia berharap industri penjaminan mampu menurunkan BOPO secara berkelanjutan dan mengembalikan kinerja laba ke arah yang positif.

Baca Juga: Asippindo Beberkan Tantangan yang Berpengaruh pada Kinerja Imbal Jasa Penjaminan 2026

Sebagai informasi, data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, BOPO industri penjaminan melonjak dari 49,08% per akhir 2024, menjadi sebesar 67,73% per akhir 2025. 

Alhasil, laba industri penjaminan per akhir 2025 tertekan atau menurun 27,83% menjadi sebesar Rp 968,24 miliar atau Rp 0,97 triliun. 

Baca Juga: Asippindo Optimistis Kinerja IJP Industri Penjaminan pada 2026 Bisa Lebih Baik

Selanjutnya: Rasio Klaim Asuransi Kredit di Asuransi Umum Masih Tinggi di Level 95,7% pada 2025

Menarik Dibaca: Hujan Sangat Lebat di Provinsi Ini, Simak Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (23/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×