Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Mandiri terus memperkuat bisnis transaksi digital melalui platform Kopra by Mandiri dan Livin’ by Mandiri. Strategi ini tidak hanya memperluas ekosistem layanan nasabah, tetapi juga menopang pertumbuhan dana murah atau current account savings account (CASA) serta pendapatan berbasis komisi (fee based income).
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini mengatakan, bisnis transaksi digital menjadi salah satu penggerak pertumbuhan perseroan. Kopra difokuskan untuk melayani kebutuhan transaksi segmen wholesale, sementara Livin’ menyasar kebutuhan transaksi nasabah ritel.
Hingga Oktober 2026, jumlah pengguna Kopra mencapai 455.000 atau tumbuh 48,6% secara tahunan (year on year/YoY). Frekuensi transaksinya mencapai 1,32 miliar, meningkat 8,03% YoY.
Sementara itu, pengguna terdaftar Livin’ by Mandiri tumbuh 20,4% YoY menjadi 43 juta. Frekuensi transaksi melalui aplikasi tersebut mencapai 4,22 miliar, naik 27,8% YoY.
Baca Juga: Transaksi Digital Melesat, Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis Perbankan
Peningkatan aktivitas transaksi digital tersebut turut menopang pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri sebesar 15,1% YoY menjadi Rp 1.762 triliun. Dari jumlah tersebut, dana CASA meningkat 15,5% YoY menjadi Rp 1.265 triliun, dengan rasio CASA mencapai 71,8%.
Secara rinci, dana giro tumbuh 19,3% YoY menjadi Rp 679 triliun, sedangkan tabungan meningkat 11,3% YoY menjadi Rp 586 triliun.
Di sisi pendapatan, kontribusi transaksi digital juga tercermin dari pertumbuhan fee-based income recurring sebesar 19,8% YoY menjadi Rp 17,2 triliun. Pendapatan berbasis komisi dari Livin’ dan Kopra masing-masing meningkat 40,9% dan 21,1% YoY.
Bank Mandiri juga memperluas sumber pendapatan berbasis transaksi melalui pengembangan bisnis emas sebagai salah satu mesin pertumbuhan baru (new growth engine).
"Sebagai bank konvensional pertama di Indonesia yang mengantongi izin bank bullion, Bank Mandiri menghadirkan layanan Tabungan Emas melalui Livin’ by Mandiri untuk transaksi jual beli emas secara digital," ungkap Novita dalam siaran pers, Jumat (6/11/2026).
Baca Juga: Transaksi Digital Tumbuh 39,24%, Penggunaan QRIS Melonjak 75,8%
Selain itu, perseroan menyediakan KSM Emas untuk pembelian emas secara cicilan. Nasabah juga dapat menarik saldo tabungan emas dalam bentuk fisik melalui ATM Emas maupun kantor cabang yang menyediakan layanan tersebut.
Pengembangan Livin’ juga diarahkan untuk menjangkau lebih banyak kebutuhan sehari-hari nasabah. Salah satunya melalui layanan Livin’ Food yang memungkinkan nasabah mencari merchant, memesan makanan, hingga melakukan pembayaran dalam satu aplikasi.
Pada tahap awal, Livin’ Food telah menggandeng lebih dari 2.300 merchant yang mayoritas merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Layanan ini sekaligus membuka akses pasar bagi merchant melalui basis nasabah Bank Mandiri.
Bank Mandiri turut menghadirkan Livin’ Call by Mandiri untuk memudahkan nasabah mengakses layanan contact center selama 24 jam melalui internet tanpa biaya pulsa, baik dari dalam maupun luar negeri.
"Kami terus mengembangkan Livin’ dan Kopra agar semakin banyak kebutuhan nasabah yang dapat dilayani, mulai dari transaksi usaha, kebutuhan sehari-hari, hingga investasi. Layanan yang semakin lengkap mempererat hubungan dengan nasabah sekaligus memperkuat dana murah dan pendapatan berbasis komisi yang berkelanjutan," pungkas Novita.
Baca Juga: Transaksi Livin’ by Mandiri Tumbuh 22%, Pengguna Tembus 42,6 Juta
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
