kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.651   -6,00   -0,03%
  • IDX 6.685   65,53   0,99%
  • KOMPAS100 876   10,55   1,22%
  • LQ45 666   9,15   1,39%
  • ISSI 233   2,11   0,91%
  • IDX30 371   4,26   1,16%
  • IDXHIDIV20 458   3,52   0,77%
  • IDX80 100   1,23   1,25%
  • IDXV30 127   1,17   0,93%
  • IDXQ30 119   1,00   0,85%

Tumbuh 21,92%, Premi Unitlink Mencapai Rp 28,59 Triliun per Juli 2026


Selasa, 08 September 2026 / 14:57 WIB
Tumbuh 21,92%, Premi Unitlink Mencapai Rp 28,59 Triliun per Juli 2026
ILUSTRASI. Asuransi Unit Link (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, premi produk unitlink membukukan pertumbuhan per Juli 2026.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan pendapatan premi unitlink mencapai Rp 28,59 triliun per Juli 2026.

"Nilainya tumbuh 21,92%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Selasa (8/9).

Ogi menyampaikan, kontribusi produk unitlink 25,65% terhadap total pendapatan premi industri asuransi jiwa. Asal tahu saja, premi industri asuransi jiwa mencapai Rp 111,44 triliun per Juli 2026. Nilainya tumbuh 7,76%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu.

Baca Juga: OJK Siapkan Aturan Baru, Syarat Pihak Utama di Industri Pembiayaan Berubah

Pertumbuhan tersebut menunjukkan unitlink masih memiliki ruang di pasar. Namun, dia menekankan perusahaan tetap perlu mengedepankan kualitas produk, kesesuaian dengan kebutuhan dan profil risiko konsumen, serta transparansi mengenai manfaat proteksi dan risiko investasi.

OJK juga memproyeksikan pertumbuhan unitlink masih terbuka ke depannya. Namun, Ogi bilang pertumbuhannya diperkirakan akan berlangsung secara lebih selektif, sejalan dengan preferensi nasabah dan penguatan tata kelola produk.

Ogi juga menjelaskan unitlink masih memiliki daya tarik bagi masyarakat, khususnya nasabah yang menginginkan kombinasi antara manfaat proteksi dan potensi hasil investasi. 

Dia berharap perusahaan asuransi dapat terus memastikan produk untilink dipasarkan secara transparan, sesuai dengan profil risiko dan kebutuhan nasabah. Dengan demikian, pertumbuhan yang tercipta dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga: Kontribusi Asuransi Syariah Anjlok 12,67% Capai Rp14,19 Triliun pada Juli 2026,

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×