kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Undisbursed loan bank pelat merah melonjak

Kamis, 07 Februari 2019 / 18:49 WIB

Undisbursed loan bank pelat merah melonjak
ILUSTRASI. Bank Mandiri


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Debitur-debitur di dua bank plat merah, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT Bank Mandiri Tbk (Persero) Tbk (BMRI) masih belum menarik tuntas fasilitas kredit yang diterimanya.

Hal ini tercermin dari masih melonjaknnya undisbursed loan dua bank tersebut. Di BNI misalnya, dari total penyaluran kredit senilai Rp 484,39 triliun, masih menyisakan kredit senilai Rp 54,02 triliun yang belum ditarik. Nilai tersebut tumbuh 8,71% (yoy) dibandingkan 2017 senilai Rp 49,69 triliun.


Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta mengatakan, undisbursed loan biasanya terjadi kepada para debitur dengan perjanjian kredit baru. Sehingga penggunaan plafon kredit belum digunakan sepenuhnya.

"Undisbursed loan merupakan fasilitas yang belum ditarik, misalnya karena proyek baru dimulai atau penarikan fasilitas mengikuti jadwal proyeknya, sehingga fasilitas belum digunakan optimal," katanya kepada Kontan.co.id, Kamis (7/2).

Herry menambahkan total undisbursed loan di BNI tak semua berasal dari kredit produktif, seperti kredit investasi, dan kredit modal kerja. Melainkan juga dari kredit konsumtif.

"Nilai total tersebut termasuk kartu kredit, di luar itu undisbursed loan kami hanya Rp 27,1 triliun, atau setara 5,6% dari total kredit," sambungnya.

Sementara segmen industri yang paling besar menyumbang undisbursed loan di BNI berasal dari listrik, gas, dan air, industri pengolahan, dan jasa sosial masyarakat.

Sedangkan di Mandiri, dari total penyaluran kredit senilai Rp 799,55 triliun, nilai undisbursed loan mencapai Rp 159,13 triliun, tumbuh 11,13% (yoy) dibandingkan 2017 senilai Rp143,19 triliun.

Senior Vice Presiden Coorporation Banking Mandiri Yusak Silalahi menyatakan hal yang sama. Undisbursed loan biasa terjadi kepada debitur baru. Terlebih kepada debitur penerima kredit infrastruktur yang punya tenor panjang.

"Seperti misalnya proyek tol, mungkin di tahun pertama dia tarik 10%-15%, di tahun kedua bisa lebih besar karena sudah mulai konstruksi," kata Yusak.

Meski demikian, Yusak bilang tahun ini Mandiri akan lebih memprioritaskan kredit yang bisa ditarik dengan nilai besar di awal penyaluran.

Niatnya agar pendapatan bunga Bank Mandiri makin gemuk, sebab Yusak bilang rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) kredit segmen korporat di Mandiri kecil.

"Secara keseluruhan segmen kredit korporat Mandiri NPL di bawah 1%, bahkan di sektor infrastruktur itu 0%," lanjutnya.


Reporter: Anggar Septiadi
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan

TERBARU
Rumah Pemilu
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0669 || diagnostic_web = 0.4251

Close [X]
×