kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Waspadai kredit berisiko, perbankan bakal makin selektif


Senin, 03 Februari 2020 / 20:38 WIB
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah Bank BCA di Tangerang Selatan, Jumat (8/11). Di tahun lalu penyaluran kredit perbankan tercatat makin berisiko ditandai dengan meningkatkanya rasio kredit berisiko./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/08/11/2019.


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

“Tahun lalu kami pantau ada beberapa sektor industri yang melakukan restrukturisasi, seperti di manufaktur. Sementara tahun ini di beberapa sektor mungkin akan meningkat, walaupun sebenarnya masih mix, kami belum tahu arahnya kemana,” katanya.

Salah satu restrukturisasi kredit terbesar yang terjadi tahun lalu berasal dari PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). Perusahaan baja pelat merah ini tercatat berhasil meyakinkan 10 krediturnya untuk merestrukturisasi utang senilai Rp US$ 2 miliar.

Baca Juga: OJK masih bahas aturan baru soal modal bank umum

PT Bank Central Asia, sebagai salah satu kreditur yang eksposur kreditnya senilai US$ 48,69 juta mengaku telah menyiapkan pencadangan hingga 57%. Meski demikian Presiden Direktur BCA Jahja Setiatmadja bilang restrukturisasi ini tak meningkatkan resiko kredit perseroan.

“Sebelumnya eksposur kami sudah di kolektibilitas 3 (NPL), karena restrukturisasi kembali ke kolektabiltas 1 sehingga tidak akan mempengaruhi loan at risk,” katanya kepada Kontan.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×