kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   -14.000   -0,47%
  • USD/IDR 16.842   -11,00   -0,07%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Ada Peralihan Alokasi Investasi Dana Pensiun dari SRBI ke Deposito


Senin, 16 Februari 2026 / 17:50 WIB
Ada Peralihan Alokasi Investasi Dana Pensiun dari SRBI ke Deposito
ILUSTRASI. Dana pensiun (CFOTO/Sipa USA via Reuters )


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, alokasi investasi industri dana pensiun di deposito naik 22,77% secara Year on Year (YoY) menjadi Rp 104,66 triliun per akhir 2025. Sedangkan penempatan di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) turun 80,50% YoY menjadi Rp 3,29 triliun per akhir 2025.

Mengenai hal itu, Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) menilai kondisi tersebut mencerminkan adanya pergeseran atau peralihan penempatan investasi dana pensiun dari SRBI ke deposito.

"Jelas yang bergerak SRBI turun dan deposito naik, sedangkan instrumen lain relatif tetap. Berarti, ada pergeseran dan penempatan ke deposito," ungkap Staf Ahli ADPI Bambang Sri Mulyadi kepada Kontan, Senin (16/2/2026).

Baca Juga: Asosiasi Dorong Industri DPLK Lakukan Diversifikasi Investasi Lebih Luas

Meski adanya penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) yang bisa memengaruhi investasi di deposito, Bambang berpendapat, meningkatnya alokasi di deposito bukan semata-mata karena tingkat suku bunga saja. Dia bilang ada faktor lain yang menyebabkan dana pensiun memilih mengalokasikan investasi di deposito meski suku bunga turun.

"Faktor lain, yakni adanya penempatan sementara sambil menunggu instrumen investasi lain yang lebih potensial, atau bertujuan menjaga likuiditas yang akan jatuh tempo," tuturnya.

Mengenai strategi penempatan investasi di deposito ke depannya, Bambang menyampaikan, untuk Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) penempatan ke instrumen deposito dapat disesuaikan dengan kebutuhan likuiditas satu tahun. 

"Bagi DPPK Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP), perlu memenuhi program life cycle funds untuk peserta yang 2 tahun atau 5 tahun menjelang pensiun," kata Bambang. 

Asal tahu saja, total investasi dana pensiun secara gabungan meningkat sebesar 6,99%, menjadi Rp 394,44 triliun per akhir 2025. 

Baca Juga: Dapen BCA Masih Andalkan SBN sebagai Instrumen Utama di Tahun 2026

Selanjutnya: 6 Cara Sehat Konsumsi Buah Bit untuk Tekanan Darah, Mau Coba?

Menarik Dibaca: 6 Cara Sehat Konsumsi Buah Bit untuk Tekanan Darah, Mau Coba?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×