Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% mulai menjadi perhatian perusahaan pembiayaan dalam mengelola pendanaan. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) menilai kenaikan suku bunga berpotensi meningkatkan biaya pendanaan, baik yang bersumber dari perbankan maupun pasar modal.
Chief Financial Officer Adira Finance, Sylvanus Gani mengatakan bahwa kenaikan suku bunga merupakan salah satu faktor yang diperhatikan perusahaan dalam pengelolaan pendanaan.
“Kenaikan suku bunga tentu menjadi salah satu faktor yang kami perhatikan dalam pengelolaan pendanaan. Bagi perusahaan pembiayaan, kenaikan suku bunga berpotensi memengaruhi biaya pendanaan, baik dari perbankan maupun pasar modal,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (12/6/2026).
Baca Juga: Adira Finance Waspadai Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Pembiayaan Kendaraan
Namun, ia menyebut pihaknya tetap menjalankan strategi diversifikasi sumber pendanaan guna memperoleh struktur pendanaan yang optimal dan kompetitif. Sumber pendanaan tersebut berasal dari pinjaman perbankan, penerbitan obligasi dan sukuk, serta dukungan dari perusahaan induk dan grup.
“Kenaikan suku bunga dapat membuat aktivitas pendanaan menjadi lebih selektif. Perusahaan akan lebih cermat dalam menentukan timing, tenor, dan instrumen pendanaan yang paling efisien,” katanya.
Namun, Adira Finance tidak melihat aktivitas pendanaan akan berhenti atau menjadi sangat sepi. Sebab, kebutuhan pendanaan akan tetap mengikuti perkembangan bisnis masing-masing perusahaan pembiayaan.
Terkait pilihan sumber dana, Gani menilai obligasi maupun sukuk dapat menjadi alternatif pendanaan yang kompetitif dibandingkan pinjaman perbankan. Kendati demikian, tingkat kupon obligasi tetap dipengaruhi berbagai faktor, seperti kondisi pasar, yield benchmark, tenor, peringkat perusahaan, hingga minat investor saat penerbitan.
Baca Juga: BI Rate Naik, Adira Finance Waspadai Penurunan Daya Beli Konsumen
Karena itu, perusahaan perlu membandingkan berbagai alternatif pendanaan dari perbankan maupun pasar modal untuk memperoleh biaya dana atau cost of fund yang paling optimal.
“Bagi Adira Finance, strategi utama tetap pada diversifikasi sumber pendanaan, bukan bergantung pada satu instrumen tertentu,” ungkapnya.
Ia menambahkan kombinasi pendanaan dari perbankan, obligasi, sukuk, serta dukungan perusahaan induk dan grup menjadi upaya perusahaan untuk menjaga fleksibilitas pendanaan di tengah perubahan kondisi suku bunga.
Baca Juga: Strategi Adira Finance Menjaga Kualitas Penyaluran Pembiayaan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













