kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.890.000   -66.000   -2,23%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Adira Finance Nilai Pertumbuhan Pembiayaan Multifinance 2026 Terkait Sektor Otomotif


Jumat, 06 Februari 2026 / 19:50 WIB
Adira Finance Nilai Pertumbuhan Pembiayaan Multifinance 2026 Terkait Sektor Otomotif
ILUSTRASI. Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani (KONTAN/Ivanka Rahmana)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) menilai pertumbuhan piutang pembiayaan industri multifinance pada 2026 berkaitan erat dengan pertumbuhan sektor otomotif. Chief Financial Officer Adira Finance, Sylvanus Gani menyampaikan hal itu mengingat industri otomotif menjadi penopang utama industri multifinance. 

"Oleh karena itu, Adira Finance menilai proyeksi pertumbuhan piutang pembiayaan pada 2026 akan bergantung pada pemulihan permintaan kendaraan bermotor," ungkapnya kepada Kontan, Jumat (6/2/2026).

Gani bilang Adira Finance akan terus memantau perkembangan pasar otomotif. Dia juga berharap adanya perbaikan sentimen ekonomi yang dapat mendorong peningkatan penjualan kendaraan pada 2026. Dengan demikian, bisa berdampak positif juga bagi industri multifinance.

Baca Juga: Adira Finance Berharap Kondisi Perekonomian 2026 Bisa Membaik Dibandingkan 2025

Secara umum, meski pertumbuhan ekonomi nasional menunjukkan sinyal perbaikan, Gani berpendapat daya beli masyarakat masih berada dalam tekanan. Dia menyebut kondisi itu tercermin dari sikap kehati-hatian pelaku industri otomotif, sehingga Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) cenderung konservatif dalam menetapkan proyeksi penjualan pada 2026. 

Di sisi lain, Gani mengungkapkan penurunan daya beli justru mendorong meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan berbasis cash loan atau dana tunai. Hal itu dinilainya membuka peluang bagi perusahaan pembiayaan untuk melakukan diversifikasi produk, khususnya ke segmen nonotomotif. 

"Strategi itu juga dimanfaatkan oleh Adira Finance, tidak hanya untuk menjawab kebutuhan konsumen di berbagai siklus kehidupan, tetapi juga untuk mengurangi ketergantungan terhadap sektor otomotif," tuturnya.

Dengan adanya diversifikasi tersebut, Gani meyakini Adira Finance tetap memiliki ruang untuk bertumbuh meskipun industri otomotif sedang mengalami perlambatan.

Sebagai informasi, Adira Finance menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 43 triliun, dengan total piutang pembiayaan mencapai Rp 61 triliun pada akhir 2025. Adapun tingkat Non Performing Financing (NPF) Adira Finance sebesar 2% pada 2025, atau berada di bawah rata-rata industri yang sebesar 2,51% per Desember 2025. 

Baca Juga: Adira Finance Nilai Pameran Otomotif IIMS 2026 Dorong Kinerja Pembiayaan Kendaraan

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan piutang pembiayaan industri multifinance bisa tumbuh sebesar 6%-8% secara Year on Year (YoY) pada 2026. Mengenai hal itu, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman optimistis proyeksi itu bisa tercapai oleh industri. 

Agusman menerangkan optimisme itu tak terlepas dari sudah banyaknya penyesuaian regulasi atau deregulasi di industri multifinance yang dikeluarkan OJK belakangan ini.

"Kami sudah memberikan beberapa paket regulasi kemarin, dengan Peraturan OJK (POJK) yang baru, seperti uang muka atau Down Payment 0% untuk pembelian kendaraan bermotor. Jadi, kami bikin lebih gampang dan mudah diakses masyarakat. Selain itu, ada juga untuk UMKM dan lainnya," ujarnya seusai acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) OJK 2026, Jumat (6/2/2026). 

Baca Juga: Adira Finance Targetkan Tingkat NPF Selalu Berada di Bawah 2,5%

Selanjutnya: Jejak Jeffrey Epstein dan Keterkaitannya dengan Politisi, Pebisnis, Tokoh Terkenal

Menarik Dibaca: Sambut Imlek, Genki Sushi Hadirkan 3 Menu dengan Harga Spesial

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×