kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

AJB Bumiputera akui belum optimal dalam berjualan


Selasa, 24 April 2018 / 17:41 WIB
ILUSTRASI. PT. Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kini Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera sudah mulai berjualan lagi. Premi baru pun sudah dikempit perusahaan yang sempat berhenti jualan lebih dari satu tahun ini.

Namun Pengelola Statuter Bidang SDM, Umum, dan Komunikasi AJB Bumiputera Adhie Massardi mengakui penjualan yang dilakukan saat ini memang belum bisa optimal.

Salah satunya karena masih ada sejumlah pekerjaan rumah lain yang harus dilakukan satu-satunya perusahaan asuransi berbentuk mutual di Indonesia tersebut. Salah satunya adalah pemenuhan kewajiban kepada pemegang polis.

Karena harus menangani sejumlah klaim, dia bilang pihaknya mesti mengontrol aset dengan sebaik mungkin. Termasuk melepas aset finansial di waktu yang tepat.

"Jadi memang saat ini fokus kami masih terbelah," kata Adhie, Selasa (24/4).

Sementara soal target premi di tahun ini, ia mengaku pihaknya masih terus melakukan kajian. Tapi yang pasti, dengan kondisi saat ini Adhie mengaku sulit untuk menyamai capaian sebelum perusahaan tersebut diambil alih OJK pada 2016.

Di mana sebelumnya, dia bilang rata-rata premi yang didapat AJB Bumiputera tiap tahun mencapai sekitar Rp 5 triliun.

Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso bilang sejak mulai diizinkan berjualan lagi sampai saat ini, AJB Bumiputera sudah dapat premi bisnis baru lebih dari Rp 100 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×