kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Akhir 2010, laba bersih Bank Saudara naik 68,16%


Jumat, 18 Maret 2011 / 11:23 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama para anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memaparkan stabilitas sistem keuangan.


Reporter: Astri Kharina Bangun |

JAKARTA. Laba bersih PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk (SDRA) selama 2010 meningkat 68,16% menjadi Rp 59,94 miliar dibandingkan Rp 35,65 miliar pada tahun 2009.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh keberhasilan meningkatkan pendapatan bunga bersih sebesar 53,44% menjadi Rp 271,297 miliar dari pencapaian Rp 176,80 miliar pada 2009. Peningkatan pendapatan bunga bersih sendiri didukung oleh margin bunga bersih sebesar 10,24%.

Di sisi lain portofolio kredit tumbuh 32,73% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 1,925 triliun menjadi Rp 2,555 triliun. Dengan pertumbuhan kredit tersebut, maka per akhir tahun lalu aset SDRA mencapai Rp 3,264 triliun atau tumbuh 35,80%.

Return on asset (ROA) juga mengalami peningkatan dari 2,41% pada 2009 menjadi 2,78% pada tahun 2010. Capital adequacy ratio (CAR) bank meningkat dari 13,76% pada tahun 2009 menjadi 19,69%.

"Angka ini jauh di atas persyaratan minimum Bank Indonesia (BI) sebesar 8%," ujar Corporate Secretary SDRA Bambang Wisaksono, Kamis, (17/3) dalam keterangan pers.

Sayang, non performing loan (NPL) SDRA relatif meningkat dari 1,29% pada 2009 menjadi 1,76% pada 2010. Penurunan kualitas kredit tersebut disebabkan adanya penurunan tingkat kolektibilitas di beberapa produk kredit (Kredit Pegawai & UMKM sektor Migas).

Bambang menjelaskan, RUPST SDRA menyetujui laba yang diperoleh tahun lalu tersebut digunakan dengan perincian sebagai berikut, 3% atau Rp 1,7 miliar disisihkan sebagai dana cadangan.

"Sebesar 35 % atau Rp 20,8 miliar atau Rp 9 per saham dibagikan sebagai dividen tunai kepada pemegang saham. Pembayaran dividen tunai dilakukan pada 21 April 2011," jelas Bambang.

Sementara itu, sisanya sebesar 62% atau Rp 37,3 miliar digunakan sebagai laba ditahan bank.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×