kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   25.000   0,96%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Asippindo: Sektor Produktif Tetap Punya Prospek Menjanjikan bagi Industri Penjaminan


Jumat, 18 September 2026 / 20:16 WIB
Asippindo: Sektor Produktif Tetap Punya Prospek Menjanjikan bagi Industri Penjaminan
ILUSTRASI. Penjualan Roti Mengandalkan Sosial Media (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) menilai sektor produktif, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tetap memiliki prospek yang menjanjikan bagi industri penjaminan ke depannya. 

Sekretaris Jenderal Asippindo Agus Supriadi menerangkan hal itu karena sektor produktif memiliki peran penting dalam perekonomian dan penciptaan lapangan kerja.

Untuk mengoptimalkan prospek tersebut di tengah Non Performing Loan (NPL) UMKM perbankan yang tinggi sebesar 4,54% pada Juni 2026, Agus menyebut industri penjaminan perlu menerapkan sejumlah upaya.

Baca Juga: Jamkrida Sumbar Terapkan Upaya Dorong Kinerja Penjaminan Sektor Produktif

Agus mengatakan salah satu upayanya adalah perusahaan penjaminan perlu lebih selektif dalam menentukan sektor, mitra, dan calon terjamin.

"Selain itu, industri perlu memperkuat pemanfaatan data, monitoring risiko, dan pendampingan UMKM," ungkapnya kepada Kontan, Jumat (18/9).

Dengan pendekatan tersebut, Agus mengatakan industri penjaminan tetap dapat memperluas akses pembiayaan UMKM, sekaligus menjaga kualitas portofolio.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sektor produktif mendominasi total outstanding penjaminan di industri penjaminan per Juli 2026. Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menyampaikan nilai outstanding penjaminan sektor produktif mencapai Rp 283,56 triliun per Juli 2026.

"Nilainya memakan porsi 68,94% dari total outstanding penjaminan per Juli 2026," ujarnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Selasa (8/9).

Ogi menyebut kondisi itu menunjukkan pentingnya peran industri dalam mendukung pembiayaan sektor produktif, termasuk UMKM.

Terkait kinerja industri, OJK mencatat, nilai aset perusahaan penjaminan per Juli 2026 mencapai Rp 60,48 triliun per Juli 2026, atau terkontraksi 4,64% Year on Year (YoY). 

Nilai IJP perusahaan penjaminan mencapai Rp 4,83 triliun per Juli 2026, atau tumbuh sebesar 8,72% YoY. Adapun nilai klaim industri penjaminan mencapai Rp 4,45 triliun per Juli 2026, atau tumbuh sebesar 20,87% YoY. 

Baca Juga: AASI Ungkap Peluang Besar Pasar Asuransi Syariah Setelah Spin-Off

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×