kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   -50.000   -1,70%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Asuransi Kendaraan Tertekan, Intip Strategi General Insurance Indonesia (GEGI)


Rabu, 04 Februari 2026 / 16:39 WIB
Asuransi Kendaraan Tertekan, Intip Strategi General Insurance Indonesia (GEGI)
ILUSTRASI. Great Eastern (Dok/PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI))


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) menilai tekanan pada industri asuransi kendaraan bermotor yang masih berlanjut hingga akhir 2025, seiring kontraksi premi industri akibat perlambatan penjualan kendaraan bermotor.

Berdasarkan data terakhir Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per November 2025, pendapatan premi asuransi umum dari lini usaha kendaraan bermotor tercatat sebesar Rp 18,47 triliun atau turun 4,03% secara tahunan. Sejalan dengan itu, nilai klaim asuransi kendaraan bermotor juga menurun 3,22% secara tahunan menjadi Rp 7,19 triliun.

Direktur Marketing GEGI Linggawati Tok mengatakan, tekanan utama pada lini asuransi kendaraan bermotor berasal dari melemahnya penjualan kendaraan baru yang berdampak langsung pada bisnis asuransi komprehensif.

Baca Juga: OK Bank Nilai Kenaikan Free Float Jadi 15% Perlu Waktu Penyesuaian

“Kami melihat tren kontraksi ini terutama dipicu oleh melambatnya penjualan kendaraan baru. Suku bunga kredit yang masih tinggi membuat konsumen lebih berhitung, sehingga bisnis asuransi komprehensif dari unit baru ikut menyusut,” ujar Linggawati kepada Kontan, Raby (4/2/2026).

Menyikapi kondisi pasar yang masih menantang, GEGI memilih bersikap lebih selektif dalam underwriting guna menjaga kualitas portofolio, tanpa mengorbankan peluang pertumbuhan jangka menengah dan panjang.

“Kami memang lebih selektif dalam memilih risiko untuk menjaga kualitas portofolio, namun kami tetap progresif dalam hal distribusi dan inovasi produk,” katanya.

GEGI memfokuskan pengembangan pada segmen kendaraan bernilai tinggi, khususnya mobil mewah dan kendaraan listrik alias electric vehicle (EV), yang dinilai memiliki profil risiko dan potensi premi yang lebih stabil.

Untuk menjaga kesinambungan pendapatan premi di lini kendaraan bermotor, GEGI menerapkan strategi berlapis yang mencakup retensi nasabah, penguatan layanan, serta perluasan kemitraan distribusi.

“Fokus utama kami adalah mempertahankan polis perpanjangan melalui peningkatan kualitas layanan. Di saat yang sama, kami terus memperdalam penetrasi pada mobil mewah dan mobil listrik, serta memperkuat kolaborasi dengan broker, dealer, dan multifinance,” kata Linggawati.

Sepanjang 2025, GEGI membukukan pendapatan premi asuransi kendaraan bermotor sebesar Rp 40 miliar, masih mencatat pertumbuhan sebesar 1,3% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami tidak semata mengejar volume premi, tetapi memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan sehat,” tegasnya.

Selanjutnya: Lelang SBN Sepi Peminat, Rupiah Tergelincir Hari Ini (4/2)

Menarik Dibaca: Ini 12 Platform Pesan Hotel yang Paling Sering Digunakan Wisatawan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×