kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bank Banten gaet BPD Sultra demi kredit konsumtif


Kamis, 29 Desember 2016 / 22:25 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) bekerjasama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) untuk meningkatkan porsi kredit konsumtif.

Hal ini dilakukan dengan membeli aset dari portofolio kredit multiguna dari Bank Sultra. "Jumlah pembelian portofolio kredit multiguna yang kami beli sebesar Rp 300 miliar," ujar Direktur Bisnis I Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa, Kamis, (29/12).

Sebagai gambaran terkait dengan pembelian kredit ini menurut manajemen Bank Banten pada prinsipnya sama dengan pola pemberian atau penyaluran kredit melalui kerjasama dengan sesama perbankan.

Hal ini dilakukan dengan latar belakang karena adanya kelebihan likuiditas yang dimiliki Bank Banten. Selain kerja sama pembelian kredit dengan Bank Sultra, Bank Banten juga sedang membuat kerjasama serupa dengan Bank BJB.

Namun terkait kerja sama dengan Bank BJB, manajemen Bank Banten belum mau merinci. Fahmi mengatakan, alasan lain kenapa bank Banten melakukan pembelian kredit multiguna ini adalah karena komposisi kredit konsumtif Bank Banten masih sangat kecil.

Bank Banten mengatakan pembelian kredit multi guna ini bisa meningkatkan komposisi kredit konsumtif. Diharapkan kredit pegawai akan menjadi salah satu segmen kredit andalan bank ke depan.

Sebagai gambaran, sampai kuartal 3 2016, penyaluran kredit bank berkode emiten BEKS ini turun 32,06% yoy menjadi Rp 3,18 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×