kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Bank mandiri incar pertumbuhan kredit UKM 38%


Kamis, 28 Februari 2013 / 15:55 WIB
Bank mandiri incar pertumbuhan kredit UKM 38%
ILUSTRASI. Pekerja membersihkan patung banteng dengan latar belakang layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/9/2021). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.


Reporter: Nina Dwiantika |

CIREBON. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat, kredit usaha kecil menengah (UKM) melalui business banking tumbuh sebesar 27% atau mencapai Rp 38,44 triliun. Nilai itu mengalir kepada 500.000 debitur pada akhir 2012.

"Tahun 2013 ini, Bank Mandiri mencanangkan pertumbuhan UKM sebesar 38%," kata Direktur Commercial and Business Banking Bank Mandiri, Sunarso, Kamis (28/2). Kredit tersebut mayoritas mengalir ke sektor-sektor perdagangan dengan porsi 60% dan pertanian 13%.

Pada 2012, rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) tercatat di level 2,42%. Untuk menjaga kualitas NPL kredit UKM, bank dengan kode saham BMRI ini memberikan edukasi kepada nasabah agar tidak terjadi kemacetan usahanya.

Surnaso menyampaikan, untuk menjaga pasar kredit UKM, bank berpelat merah ini melakukan strategi bisnis seperti penerapan pola linkage.  Pola ini menghubungkan antara pengusaha UMKM dengan korporasi yang menjadi avails atau off-taker UKM yang merupakan mitra dari jaringan bisnis mereka.

Tahap awal, Bank Mandiri menerapkan pola linkage pada pembiayaan UKM sektor pertanian dan turunannya seperti perkebunan dan peternakan. Bank berlogo pita emas ini mencatat, pada akhir Desember 2012 penyaluran kredit UKM ke pertanian mencapai Rp 6,8 triliun untuk 138.000 debitur yang tergabung dalam 190 koperasi atau kelompok tani.

"Kami memilih pertanian karena ini merupakan sektor hulu yang memiliki efek ekonomi hingga ke sektor hilir," terang Sunarso.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×