kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.036   36,00   0,21%
  • IDX 7.095   -89,91   -1,25%
  • KOMPAS100 981   -12,12   -1,22%
  • LQ45 720   -7,16   -0,99%
  • ISSI 254   -3,24   -1,26%
  • IDX30 390   -3,04   -0,77%
  • IDXHIDIV20 485   -2,52   -0,52%
  • IDX80 111   -1,22   -1,09%
  • IDXV30 134   -0,39   -0,29%
  • IDXQ30 127   -0,90   -0,70%

Bank Permata butuh US$ 2 juta untuk migrasi ke chip


Selasa, 01 November 2011 / 15:26 WIB
ILUSTRASI. Asing memburu saham-saham ini saat IHSG tertekan Selasa (15/12)


Reporter: Astri Kharina Bangun |

JAKARTA. Sebagai salah satu bank yang menjadi prototype implementasi chip pada kartu ATM/debit, PT Bank Permata Tbk (BNLI) mengaku masih melakukan penghitungan kebutuhan dana sebelum migrasi benar-benar dilakukan pada 1 Januari 2016.

"Biayanya memang besar sekali. Makanya Bank Indonesia (BI) juga memperhitungkan waktu transisi cukup panjang. Kami mengikuti saja timeline dari BI," ujar Direktur Retail Banking Bank Permata Lauren Sulistiawati, Selasa (1/11).

Sebagai gambaran kebutuhan biaya, Lauren menyebut untuk penggunaan kartu chip diperlukan ongkos US$ 1- US$ 2 per kartu. Jika dikalikan dengan jumlah kartu ATM/debit Bank Permata yang saat ini sudah mencapai 1 juta kartu, maka Bank Permata harus bersiap-siap merogoh kocek US$ 1 juta - US$ 2 juta untuk kartu saja.

Belum lagi untuk mengganti mesin ATM agar kompatibel untuk kartu chip yang kira-kira menelan biaya US$ 7.000 - US$ 10.000 per mesin. Sekedar catatan, saat ini Bank Permata sudah memiliki 650 ATM dan terhubung pula dengan jaringan switching lain seperti ATM Prima, ATM Bersama, ATM Alto dan Cirus.

Menurut Lauren bila migrasi dilakukan serempak, permintaan untuk kartu chip dan mesin ATM yang sesuai tentu akan banyak. Dengan banyaknya permintaan, diharapkan biaya investasi nantinya bisa lebih minim dari perkiraan semula.

"Migrasi ke kartu chip ini memang akan meningkatkan biaya overhead. Namun, manfaatnya lebih bagus yaitu meningkatkan keamanan dan mengurangi risiko fraud. Baik untuk bank, maupun nasabah," jelas Lauren.

Sekedar mengingatkan BI pertengahan bulan lalu menerbitkan Surat Edaran tentang Implementasi Teknologi Chip dan Penggunaan Personal Identification Number pada Kartu ATM dan debet. BI memberikan batas masa transisi sampai dengan 31 Desember 2015 bagi bank-bank sepenuhnya menerapkan aturan tersebut. Selain Bank Permata, Bank Central Asia dan Bank Mandiri adalah bank yang mengajukan diri menjadi proto-type untuk implementasi teknologi chip pada kartu ATM dan debet.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×