kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45900,82   11,02   1.24%
  • EMAS1.333.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bank Umum Syariah Geber Pendapatan Berbasis Komisi


Minggu, 12 November 2023 / 15:46 WIB
Bank Umum Syariah Geber Pendapatan Berbasis Komisi
ILUSTRASI. Pendapatan komisi atau fee based income menjadi salah satu sumber pendapatan penting bank umum syariah.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Sejumlah bank umum syariah telah merilis laporan keuangannya untuk periode yang berakhir 30 September 2023 dengan capaian yang positif. 

Salah satu pendorongnya yakni berasal dari fee based income alias pendapatan selain dari margin bagi hasil pembiayaan yang tumbuh di sembilan bulan pertama 2023.

PT Bank BCA Syariah, semisal, mencatat pertumbuhan pendapatan berbasis komisi sebesar 26,55% YoY menjadi Rp 28,6 miliar di kuartal III 2023, dari Rp 22,6 miliar pada periode sama tahun lalu

Direktur BCA Syariah Pranata mengatakan, fee based income BCA Syariah saat ini mayoritas dikontribusi dari pendapatan administrasi pembiayaan dan tabungan. Sehingga strategi BCA Syariah untuk meningkatkan fee based income akan sejalan dengan peningkatan penyaluran pembiayaan dan pertumbuhan nasabah ke depan.

"BCA Syariah juga terus berupaya meningkatkan fee based income yang diperoleh dari transaksi, terutama transaksi e-channel," kata dia kepada Kontan, Jumat (10/11).

Baca Juga: Hingga Kuartal III, Perbankan Syariah Catatkan Kinerja yang Ciamik

Dengan pertumbuhan pendapatan berbasisi komisi tersebut mendorong anak usaha BCA ini mengantongi laba bersih sebesar Rp 118,8 miliar di sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, melonjak 56,8% secara tahunan. 

Pranata juga bilang, pembukaan rekening secara online melalui mobile banking BCA Syariah Mobile menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan pertumbuhan customer yang tentunya juga diharapkan akan meningkatkan pertumbuhan transaksi nasabah, terutama transaksi secara digital.

Selanjutnya ada PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) yang mencatat fee based income bank mencapai Rp 3,02 triliun per September 2023 atau meningkat 12,4% YoY dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 2,69 triliun.

Dalam rinciannya, porsi transaksi e-channel (mobile app dan lainnya) berkontribusi paling besar pada pendapatan komisi BSI, yakni mencapai 23,3% atau Rp705,5 miliar. Jumlah tersebut tumbuh 6,25% YoY dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 664 miliar.

Pendapatan komisi tersebut berhasil berkontribusi kepada capaian laba bersih bank untuk periode Januari-September 2023 yang tercatat senilai Rp 4,2 triliun atau naik 31,04% YoY, dibandingkan dengan periode sama di tahun lalu yang senilai Rp 3,21 triliun.

Baca Juga: Transaksi Mobile Banking Bank-Bank Besar Semakin Mekar

Tak mau kalah, PT Bank Muamalat Tbk juga mencatat pertumbuhan pendapatan berbasis komisi yang mencapai Rp 687 miliar hingga kuartal III 2023. Nilai ini meningkat 20,74% YoY dari  periode sama tahun lalu sebesar Rp 569 miliar. 

Pendapatan tersebut ikut mendorong laba bersih Bank Muamalat menjadi sebesar Rp 52,36 miliar hingga kuartal III 2023. Lana tersebut tumbuh 65,59% YoY dari perolehan laba bersih di periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 31,62 miliar.

Selain dari pertumbuhan organik, Corporate Secretary Bank Muamalat Hanyunaji mengatakan Bank Muamalat juga memiliki strategi pertumbuhan non-organik untuk percepatan pertumbuhan bisnis yang telah dituangkan dalam Rencana Bisnis Bank.

"Termasuk di dalamnya mencermati peluang yang ada untuk melakukan aksi korporasi berupa merger/akuisisi dengan terbitnya peraturan tentang kewajiban spin-off unit usaha syariah dari bank induk," kata dia kepada Kontan, Jumat (10/11).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×