kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Batavia Dana Kas Gebyar Cetak Return 8,16% YTD, Ini Strategi BPAM


Rabu, 04 November 2026 / 19:01 WIB
Batavia Dana Kas Gebyar Cetak Return 8,16% YTD, Ini Strategi BPAM
ILUSTRASI. Batavia Prosperindo Aset Manajemen (dok/ist)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja reksadana pasar uang PT Batavia Prosperindo Aset Management (BPAM) menunjukkan daya tahan di tengah volatilitas pasar saham dan obligasi sepanjang Oktober 2026.

Sejumlah produk bahkan mampu mencatatkan imbal hasil di atas rata-rata industri.

Berdasarkan data Infovesta 90 Index per 30 Oktober 2026, Indeks Reksadana Pasar Uang tumbuh 0,42% secara bulanan atau month-on-month (MoM).

Secara year-to-date (YTD), kategori ini juga menjadi yang berkinerja terbaik di industri reksadana dengan imbal hasil mencapai 3,59%.

Baca Juga: Porsi Pendanaan dari Institusi Luar Negeri Turun, Ini Penjelasan Adira Finance

Salah satu produk yang mencatatkan kinerja lebih tinggi adalah Batavia Dana Kas Gebyar. Produk tersebut membukukan imbal hasil sebesar 8,16% secara YTD hingga akhir Oktober 2026.

Direktur Batavia Prosperindo Asset Management Eri Kusnadi belum memberikan penjelasan spesifik mengenai komposisi portofolio yang menopang kinerja Batavia Dana Kas Gebyar tersebut.

Namun, berdasarkan dokumen fund fact sheet per 30 Juni 2026, produk ini menempatkan 100% alokasi portofolionya pada instrumen pasar uang atau deposito berjangka.

Strategi tersebut sejalan dengan tujuan investasi produk untuk memperoleh imbal hasil yang kompetitif dengan tetap menjaga likuiditas melalui investasi pada efek bersifat utang dengan sisa jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Di tengah dinamika pasar keuangan, Eri menilai pergerakan dana investor pada produk reksadana pasar uang masih relatif terkendali.

Hingga menjelang akhir 2026 dan memasuki awal 2027, arus dana masuk atau inflow investor juga masih berada dalam kondisi normal.

Baca Juga: Porsi Pendanaan Berbasis Valuta Asing Turun, Ini Penjelasan BFI Finance

"Kalau inflow kami lihat masih normal besarannya. Ada outflow sedikit, tetapi wajar," ujar Eri kepada Kontan.co.id, Rabu (4/11/2026).

Menghadapi gejolak pasar keuangan domestik dan ketidakpastian global, BPAM memilih menerapkan pendekatan pengelolaan portofolio yang mengutamakan keamanan serta ketahanan dana investor.

Eri menegaskan, dalam menentukan strategi alokasi portofolio reksadana pasar uang ke depan, BPAM akan memprioritaskan kualitas fundamental instrumen investasi dan kecukupan likuiditas sebelum mempertimbangkan potensi imbal hasil.

"Kami fokus di fundamental dulu dan likuiditas sebelum imbal hasil," ungkapnya.

Menurut Eri, pendekatan tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan likuiditas bagi investor sekaligus mempertahankan konsistensi kinerja reksadana pasar uang di tengah ketidakpastian pasar keuangan.

Baca Juga: Rupiah Melemah, CNAF Andalkan Strategi Hedging demi Amankan Pendanaan Valas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×