kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Rupiah Melemah, CNAF Andalkan Strategi Hedging demi Amankan Pendanaan Valas


Rabu, 04 November 2026 / 18:00 WIB
Rupiah Melemah, CNAF Andalkan Strategi Hedging demi Amankan Pendanaan Valas
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Kantor CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar Rupiah masih belum menunjukkan penguatan terhadap valuta asing, termasuk Dolar Amerika Serikat (AS). Hal itu berpotensi memberikan dampak terhadap pendanaan multifinance yang berbasis valuta asing.

PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menyampaikan saat ini memang tidak memiliki pendanaan yang bersumber dari kreditur luar negeri, sehingga tidak terdapat porsi pendanaan luar negeri dalam struktur pendanaan perusahaan.

Meski demikian, Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan CNAF memiliki fasilitas pinjaman atau pendanaan dalam valuta asing dari perbankan domestik. Dia bilang CNAF telah menerapkan sejumlah upaya untuk memitigasi risiko nilai tukar.

Baca Juga: MUF Tak Bedakan Bunga Kredit Mobil Listrik dan Konvensional, Ini Penjelasannya

"Upayanya melalui instrumen lindung nilai (hedging), yaitu Cross Currency Swap (CCS) dan Foreign Exchange Swap (FX Swap), dengan cakupan full hedging," ujarnya kepada Kontan, Rabu (4/11/2026).

Dengan demikian, Ristiawan menerangkan dampak fluktuasi nilai tukar, termasuk pelemahan Rupiah, terhadap kewajiban perusahaan telah dimitigasi melalui mekanisme lindung nilai tersebut. Upaya itu juga dilakukan sebagai bagian dari penerapan manajemen risiko perusahaan.

Dalam mencari sumber pendanaan, Ristiawan menyampaikan pihaknya senantiasa mempertimbangkan berbagai alternatif sumber pendanaan, dengan memperhatikan aspek biaya dana (cost of fund), risiko nilai tukar, tenor, ketersediaan fasilitas, serta kebutuhan likuiditas perusahaan.

Dalam kondisi nilai tukar yang masih berfluktuasi, dia bilang CNAF mengutamakan optimalisasi sumber pendanaan domestik sebagai salah satu strategi untuk menjaga stabilitas struktur pendanaan dan meminimalkan eksposur risiko nilai tukar.

Sementara itu, Ristiawan menyampaikan sumber pendanaan CNAF saat ini utamanya berasal dari perbankan domestik, baik melalui fasilitas pinjaman dari perusahaan induk PT Bank CIMB Niaga Tbk, maupun kerja sama pendanaan bilateral dengan sejumlah bank dan lembaga keuangan nonbank. 

"Selain itu, CNAF juga memanfaatkan pasar modal domestik melalui penerbitan obligasi dan sukuk sebagai upaya diversifikasi sumber pendanaan," ucapnya.

Baca Juga: OJK Beri Izin Usaha Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan PT Sarana Pasar Digital

Melalui kombinasi sumber pendanaan tersebut, Ristiawan menyebut CNAF berupaya menjaga ketersediaan likuiditas, mengoptimalkan biaya dana, serta mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan.

Asal tahu saja, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pendanaan industri multifinance masih didominasi perbankan. Per Juni 2026, pendanaan dari bank mencapai Rp 283,49 triliun atau porsinya 74,33% terhadap total pendanaan industri yang sebesar Rp 381,39 triliun. Adapun surat berharga yang diterbitkan menjadi kontributor kedua dengan nilai mencapai Rp 72,16 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×