kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Begini strategi bank asing tangani kredit macet


Rabu, 02 Agustus 2017 / 18:25 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Dessy Rosalina

JAKARTA. Beberapa bank asing sudah mempunyai startegi untuk menangani kredit bermasalah (NPL). Strategi ini salah satunya adalah meningkatkan manajemen risiko penyaluran kredit.

Sumit Dutta, Presiden Direktur PT Bank HSBC Indonesia mengatakan untuk menekan NPL, perseroan betul-betul mencari calon debitur yang mempunyai kualitas bagus.

"Terkait NPL kami mengambil langkah konservatif dan hati-hati," ujar Sumit ketika ditemui, Rabu (2/8).

Saat ini menurut Sumit, HSBC tidak mempunyai sektor yang dihindari. Bank HSBC selalu memilih perusahaan dan debitur yang baik dan mempunyai tata kelola bisnis yang baik.

Terkait dengan risiko kredit di sektor komersial, komoditas dan tambang, menurut Sumit hal terebut sebenarnya tidak menjadi masalah jika bank bisa selektif dalam memilih debitur.

Ka Jit, Head of Individual Customer Solution PT Bank OCBC NISP Tbk mengatakan bank akan selektif dalam menyalurkan kredit ke sektor yang berpotensi risiko seperti tambang dan komoditas.

"Karena beberapa sektor mempunyai siklus siklikal," ujar Ka Jit.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×