kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.185   38,00   0,21%
  • IDX 5.266   -106,96   -1,99%
  • KOMPAS100 682   -13,68   -1,97%
  • LQ45 533   -9,14   -1,69%
  • ISSI 179   -4,42   -2,41%
  • IDX30 300   -4,55   -1,49%
  • IDXHIDIV20 399   -1,83   -0,46%
  • IDX80 79   -1,55   -1,93%
  • IDXV30 111   -0,19   -0,17%
  • IDXQ30 101   -0,86   -0,84%

Begini Upaya Industri untuk Perbaiki Laju Klaim Rasio Asuransi Kesehatan


Selasa, 27 Oktober 2026 / 18:53 WIB
Begini Upaya Industri untuk Perbaiki Laju Klaim Rasio Asuransi Kesehatan
ILUSTRASI. Industri asuransi kesehatan masih dihadapkan pada tantangan rasio klaim yang masih relatif tinggi. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri asuransi kesehatan masih dihadapkan pada tantangan rasio klaim yang masih relatif tinggi. Jika melihat data secara dari industri asuransi jiwa dan asuransi umum, rasio klaim asuransi kesehatan masih berada di kisaran angka dua digit.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pendapatan premi asuransi kesehatan di industri asuransi jiwa mencapai Rp 27,16 triliun, sedangkan klaim asuransi kesehatan di industri asuransi jiwa tercatat sebesar Rp 16,87 triliun per Agustus 2026.

Meski pertumbuhan preminya masih lebih tinggi dibandingkan nilai klaimnya, lini kesehatan pada asuransi jiwa masih mencatatkan rasio klaim yang cukup tinggi yaitu 62,11%.

Baca Juga: Bank Ina Perdana (BINA) Akan Gelar Private Placement, Terbitkan 80 Juta Saham

Sementara itu, jika melihat data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia, rasio klaim pada lini asuransi kesehatan juga masih berada di angka dua digit yaitu 55,3% pada kuartal II-2026. Jika dirinci, asuransi kesehatan pada asuransi umum mencatatkan premi sebesar Rp 6,26 triliun, sedangkan klaim kesehatan yang dibayarkan industri asuransi umum adalah sebesar Rp 3,46 triliun.

Meskipun premi lini kesehatan yang dibukukan dari kedua industri asuransi tersebut masih menorehkan posisi lebih tinggi dibandingkan klaim yang dibayar, angka dua digit yang tecermin pada rasio klaim memperlihatkan industri asuransi kesehatan masih dihadapkan pada tantangan.

PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika industri kesehatan, mulai dari inflasi medis, kenaikan biaya layanan kesehatan, obat-obatan, hingga tindakan medis yang berpengaruh terhadap klaim yang dibayarkan.

Selain itu, perkembangan teknologi medis, pola pemanfaatan layanan kesehatan, hingga perubahan tren penyakit dan profil kesehatan masyarakat juga berpengaruh terhadap pergerakan klaim industri asuransi kesehatan.

Bagi Ciputra Life, lini asuransi kesehatan korporasi atau corporate solution menjadi fokus bisnis mereka saat ini sehingga peningkatan klaim juga perlu dilihat sejalan dengan pertumbuhan portofolio.

"Bertambahnya jumlah perusahaan dan karyawan yang mendapatkan perlindungan secara alami memperluas cakupan pertanggungan dan berpotensi meningkatkan volume klaim," ujar Direktur Ciputra Life Listianawati Sugiyanto kepada Kontan, Selasa (27/10/2026).

Baca Juga: Dapen BTN: Volatilitas Pasar Modal hingga BI Rate Dapat Pengaruhi Kinerja Investasi

Pada lini bisnis ini, Ciputra Life berhasil membukukan pendapatan premi sebesar Rp 110 miliar per September 2026, atau meningkat dua kali lipat dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp 53 miliar.

Kendati masih mencatat pertumbuhan positif, ia mengaku akan terus mencermati perkembangan klaim melalui evaluasi pengalaman klaim dan profil risiko portofolio. Dengan begitu, pertumbuhan premi bisa berjalan beriringan dengan pengelolaan risiko yang prudent untuk menjaga kualitas portofolio dan keberlanjutan manfaat perlindungan bagi nasabah.

Upaya menjaga kinerja asuransi kesehatan pada bisnis kumpulan juga dilakukan oleh PT Asuransi Astra Buana atau Asuransi Astra melalui produk Garda Medika.

Head PT Marcom Event Asuransi Astra Laurentius Iwan mengatakan perusahaan terus berupaya mengantisipasi tantangan peningkatan klaim pada lini asuransi kesehatan dengan cara mengedepankan pengelolaan klaim yang tepat, memastikan kesesuaian layanan dengan kebutuhan medis, dan meningkatkan sinergi dengan rumah sakit untuk menjaga pelayanan dan kewajaran biaya.

Di sisi lain, program preventif dan wellness bersama mitra juga dinilai bisa membantu peserta atau karyawan menjaga kesehatan serta mendeteksi risiko kesehatan sejak dini.

Baca Juga: BCA Catat Laba Bersih Rp 45,2 Triliun pada Kuartal III-2026

"Evaluasi premi dan manfaat dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan risiko dan kebutuhan perlindungan dan tentunya untuk menjaga keberlanjutan perlindungan Benefit Employee," ujarnya kepada Kontan, Senin (27/10/26).

Asuransi Astra juga memproyeksikan prospek asuransi kesehatan untuk employee benefit masih berpotensi untuk terus tumbuh seiring dengan kebutuhan perlindungan kesehatan dan kesadaran perusahaan akan kesejahteraan karyawan mereka.

Oleh karena itu, perusahaan akan terus fokus menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan seraya memperkuat kualitas layanan dan pengelolaan risiko dan memastikan nasabah mendapatkan pelayanan medis dan manfaat polis yang sesuai.

Di sisi lain,  PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (MSIG Life) berhasil menekan klaim pada lini kesehatan. Perusahaan berhasil menurunkan rasio klaim kesehatan dan meninggal dunia sebesar 8 poin YoY ke level sekitar 150% pada semester I-2026.

Dari segi klaim, MSIG Life telah membayarkan Rp 545 miliar untuk klaim kesehatan dan meninggal dunia hingga Juni 2026.

CEO & Presiden Direktur MSIG Life Wianto Chen berharap, angka rasio klaim tersebut bisa terus ditekan hingga akhir tahun nanti.

"Jadi harapan kita itu bisa turun ke 110% dan kita berharap nanti akhir tahun ini, kita lihat kita manage itu," tuturnya saat ditemui langsung setelah acara MSIG Life Public Expose 2026, Selasa (27/10/2026).

Dari lini asuransi syariah, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti Gautama mengatakan perusahaan berkomitmen menjaga keberlanjutan dana tabarru di tengah inflasi medis. 

Pasalnya, dana tersebut digunakan untuk membayar klaim peserta sehingga kecukupannya perlu dijaga agar perusahaan tetap dapat memenuhi kewajiban sesuai ketentuan polis.

Selain itu, penting bagi perusahaan untuk memberikan edukasi kesehatan kepada nasabah mereka agar terus melakukan upaya preventif dan menerapkan gaya hidup sehat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×