kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

BI mengerek prediksi rasio kredit macet tahun ini


Kamis, 25 April 2013 / 13:42 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi keuangan di ATM Bank KB Bukopin di Jakarta, Selasa (4/5). ./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/04/05/2021.


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa |

JAKARTA. Pada tahun 2013 ini, Bank Indonesia (BI) memprediksi rasio kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) perbankan akan meningkat. Di sisi lain, BI justru menurunkan prediksi pertumbuhan kredit tahun ini. BI merevisi pertumbuhan kredit dan kenaikan NPL tersebut karena melihat dampak krisis global yang belum juga berakhir. 

"NPL diperkirakan sedikit meningkat," ucap Direktur Eksekutif Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI, Mulya Siregar, di Hotel Le Meridien, Kamis, (25/4).

Awalnya, BI memperkirakan rasio NPL berada di kisaran 1,5%-2%. Tapi kini BI memprediksi angka itu menjadi 1,6%-2,1%.

BI juga memprediksi adanya perlambatan pertumbuhan kredit tahun ini. Tadinya, BI memperkirakan kredit tumbuh 22,5-24,3%. Namun, kemudian bank sentral ini menurunkan prediksinya jadi 21,7%-23,6%.

Disebut Mulya, saat ini sektor kredit yang memiliki potensi terbesar untuk melambat yaitu listrik dan konstruksi. Sedangkan, jasa sosial malah cenderung tak akan terlalu mengalami perlambatan. Kemudian untuk NPL, yang memiliki risiko macet terbesar yaitu sektor konstruksi. Lalu sektor dengan NPL terrendah adalah listrik.

Sedangkan untuk dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) nantinya, Mulya mengaku belum dapat memprediksi. Ini karena belum jelasnya skenario kenaikan BBM oleh pemerintah tersebut. "Tapi ada potensi kenaikan NPL dan perlambatan kredit," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×