kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

BI tengok aturan Malaysia yang membatasi kepemilikan kartu kredit


Selasa, 12 April 2011 / 17:37 WIB
ILUSTRASI. Rusida, penjahit tengah menyelesaikan pekerjaannya membuat masker. Selama pandemi Covid-19, kebutuhan masker jadi peluang pasar UMKM. Seiring usahanya berkembang, PT Antam Tbk (Antam) akhirnya melirik Rusida untuk menjadi mitra binaan  


Reporter: Nina Dwiantika

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) segera membatasi peredaran dan kepemilikan kartu kredit. Sebagai wasit perbankan, BI akan memperketat dan memperinci aturan penyaluran kredit dan penggunaan duit plastik ini.

"Memperketat bukan berarti fasilitas yang dinikmati nasabah akan berkurang," ujar Gubernur BI, Darmin Nasution, Selasa (12/4).

Menurut Darmin, banyak nasabah yang terlena dengan fasilitas ini. "Nasabah, tanpa sadar menggunakan kartu kredit melebihi batas kemampuan pembayaran," jelas Darmin.

Dalam hal ini, bank sentral akan mencontoh aturan yang ada di malaysia di mana kepemilikan kartu kredit akan dibatasi maksimal dua kartu dan disesuaikan dengan pendapatan nasabah.

Masyarakat juga perlu tahu berapa bunga yang akan ditanggung. Hal tersebut juga meringankan beban perbankan karena kredit macet tak melonjak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×