kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 16.818   19,00   0,11%
  • IDX 8.925   -19,34   -0,22%
  • KOMPAS100 1.227   -4,69   -0,38%
  • LQ45 868   -3,70   -0,43%
  • ISSI 323   -0,54   -0,17%
  • IDX30 440   -3,19   -0,72%
  • IDXHIDIV20 519   -1,77   -0,34%
  • IDX80 137   -0,51   -0,37%
  • IDXV30 144   -0,52   -0,36%
  • IDXQ30 141   -1,08   -0,76%

BPJS Ketenagakerjaan Bukukan Imbal Hasil di Atas Counter Rate pada 2025


Rabu, 07 Januari 2026 / 17:43 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Bukukan Imbal Hasil di Atas Counter Rate pada 2025
ILUSTRASI. Dana Kelolaan BPJS Ketenagakerjaan (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. BPJS Ketenagakerjaan membukukan imbal hasil pengelolaan dana peserta pada 2025 berada di atas counter rate Bank Pemerintah.

BPJS Ketenagakerjaan mencatat hingga akhir tahun lalu berhasil membukukan tingkat imbal hasil Jaminan Hari Tua (JHT) konvensional tahun 2025 sebesar 5,51%.

Sementara itu, tingkat hasil pengembangan JHT Syariah pada 2025 ditetapkan mencapai 6,64%. Adapun Jaminan Pensiun (JP) lumpsum berada pada tingkat hasil 6,47%.

Baca Juga: Finnet Salurkan Bantuan Lebih dari Rp 180 Juta untuk Korban Bencana di Sumatra

Perhitungan tersebut telah sesuai dengan ketentuan regulasi di atas counter rate Bank Pemerintah yang pada Desember 2025 mencapai 2,63%.

Penetapan imbal hasil juga telah mempertimbangkan kondisi Rasio Kecukupan Dana (RKD) yang berada pada level berkelanjutan, yakni 100% dan risiko sustainability program JP.

Sementara itu dalam pengelolaan portofolio di tahun 2025, BPJS Ketenagakerjaan mengacu pada strategi Strategic Asset Allocation dan Liability Driven Investing. 

Artinya lokasi investasi disesuaikan dengan kebutuhan likuiditas dan kebutuhan atas profil liabiiltas.

Berdasarkan hal tersebut, bobot  terbesar portofolio investasi BPJS Ketenagakerjaan di tahun 2025 dialokasikan pada instrumen berbasis fixed income, khususnya Surat Berharga Negara (SBN).

Selain itu, sebagian dana ditempatkan pada instrumen deposito untuk menjaga likuiditas jangka pendek. Sementara porsi yang lebih kecil ditempatkan pada instrumen ekuitas, seperti saham dan reksadana guna mendukung kebutuhan imbal hasil jangka panjang.

Baca Juga: Unitlink Masih Punya Peluang Tumbuh, Ini Strategi Industri Asuransi Jiwa

Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Erfan Kurniawan mengatakan pengelolaan investasi ini bertujuan untuk memberi imbal hasil optimal bagi peserta dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

"Pengelolaan investasi BPJS Ketenagakerjaan memiliki tujuan untuk memberikan imbal hasil yang optimal kepada peserta namun tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian," ungkapnya kepada Kontan, Rabu (7/1/26).

Pada tahun ini, BPJS Ketenagakerjaan belum menetapkan proyeksi target investasi untuk tahun 2026 karena masih dalam pembahasan bersama regulator.

"Untuk hasil investasi tahun 2026 masih dalam proses pembahasan bersama regulator," pungkas Erfan.

Selanjutnya: Obligasi Korporasi Masih Prospektif di 2026, Ditopang Refinancing dan Bunga Rendah

Menarik Dibaca: Prakiraan BMKG Cuaca Besok (8/1) di Jakarta Hujan di Siang dan Sore Hari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×