kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 16.818   19,00   0,11%
  • IDX 8.925   -19,34   -0,22%
  • KOMPAS100 1.227   -4,69   -0,38%
  • LQ45 868   -3,70   -0,43%
  • ISSI 323   -0,54   -0,17%
  • IDX30 440   -3,19   -0,72%
  • IDXHIDIV20 519   -1,77   -0,34%
  • IDX80 137   -0,51   -0,37%
  • IDXV30 144   -0,52   -0,36%
  • IDXQ30 141   -1,08   -0,76%

Unitlink Masih Punya Peluang Tumbuh, Ini Strategi Industri Asuransi Jiwa


Rabu, 07 Januari 2026 / 17:15 WIB
Unitlink Masih Punya Peluang Tumbuh, Ini Strategi Industri Asuransi Jiwa
ILUSTRASI. Pertumbuhan Nasabah Asuransi Jiwa di Indonesia (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) optimistis kinerja unitlink masih berpeluang tumbuh positif ke depannya.

Direktur Eksekutif AAJI Emira Oepangat mengatakan optimisme itu dipicu adanya penguatan regulasi, peningkatan transparansi, dan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap produk asuransi jiwa jangka panjang. 

"Regulasi yang menekankan perlindungan pemegang polis dan kesesuaian produk dengan profil risiko diharapkan dapat memperkuat kepercayaan nasabah terhadap unitlink," ungkapnya kepada Kontan, Rabu (7/1/2026).

Baca Juga: RUPSLB BTN: Tambah Komisaris Baru dan Setujui Perubahan Anggaran Dasar

Emira menyebut, peningkatan literasi keuangan juga mendorong masyarakat untuk memahami secara lebih utuh karakter produk unitlink, termasuk manfaat proteksi dan risiko investasi yang menyertai. Dalam konteks tersebut, dia bilang unitlink tetap memiliki relevansi bagi nasabah dengan tujuan perencanaan keuangan dan pengelolaan aset jangka panjang.

Lebih lanjut, AAJI juga melihat bahwa unitlink dan produk tradisional memiliki peran yang saling melengkapi, yang mana masing-masing menjawab kebutuhan perlindungan dan perencanaan keuangan pada segmen yang berbeda.

Untuk mendorong kinerja unitlink ke depannya, Emira menyampaikan asuransi jiwa perlu menerapkan berbagai strategi. Dia bilang industri perlu melakukan pengembangan unitlink yang dapat ditempuh melalui diversifikasi dan penguatan kanal distribusi.

Salah satunya dengan optimalisasi kerja sama melalui bancassurance yang selama ini menjadi salah satu kontributor utama premi industri asuransi jiwa. 

"Selain itu, inovasi jalur distribusi yang lebih adaptif juga dapat membuka peluang pasar yang lebih luas," tuturnya.

Baca Juga: Rata-rata Imbal Hasil Unitlink Berbasis Saham 12,09% di Sepanjang 2025

Emira juga mengatakan industri asuransi jiwa juga perlu melakukan pengembangan produk yang lebih fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan, serta profil risiko nasabah. Dia menyebut struktur premi yang lebih sesuai dengan kemampuan nasabah, fitur yang lebih sederhana, serta transparansi informasi diharapkan dapat meningkatkan kesesuaian produk dan kepercayaan masyarakat.

"Upaya peningkatan literasi keuangan dan engagement berkelanjutan dengan nasabah juga tetap relevan, agar produk unitlink dipahami secara menyeluruh dan digunakan sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang," kata Emira.

Sebagai informasi, data AAJI mencatat, pendapatan premi asuransi jiwa dari unitlink sebesar Rp 49,24 triliun per kuartal III-2025. Nilainya terkontraksi 12,5% secara year on year (YoY).

Selanjutnya: Promo HokBen Fried Chicken Januari 2026, Mulai Rp 22.000-an Per Orang

Menarik Dibaca: KAI Layani 4,17 Juta Pelanggan Selama Nataru, 75% Tiket Dibeli Lewat Access by KAI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×