Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTAM) tancap gas memperkuat industri bullion emas nasional. Sinergi dua BUMN ini diarahkan untuk mempercepat terbentuknya ekosistem emas terintegrasi sekaligus mendorong masyarakat beralih ke investasi emas yang lebih modern dan digital.
Langkah strategis tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pengembangan layanan produk emas dan kolaborasi bisnis di Jakarta, Senin (13/4).
Kerja sama ini bukan sekadar kelanjutan, melainkan ekspansi agresif dari sinergi yang sudah terbangun dalam kurun waktu lebih dari 10 tahun. Langkah ini menjadi bukti keseriusan mendorong Astacita Pemerintah melalui penguatan peran Bullion Bank melalui monetisasi emas dan ekosistem emas yang berkelanjutan.
Selama 2025, BSI menyerap lebih dari 60% porsi penjualan emas ANTAM pada kategori pihak berelasi. Adapun secara total keseluruhan penjualan emas ANTAM, BSI menyerap sekitar 11%.
BSI dan ANTAM sepakat meningkatkan kolaborasi mencakup perdagangan emas fisik Logam Mulia (LM) melalui akses digital, penguatan distribusi ritel, hingga sinergi pemasaran, literasi, dan edukasi investasi emas kepada masyarakat.
Baca Juga: OJK Resmi Bubarkan Dana Pensiun Syariah Dapersi di Jakarta, Ini Alasannya
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna menegaskan, momentum ini menjadi titik akselerasi bisnis emas BSI pasca memperoleh izin sebagai bullion bank dan memberikan kemudahan akses memiliki emas ANTAM melalui BSI.
“Bisnis emas BSI tumbuh sangat pesat, baik melalui layanan bullion maupun produk cicil dan gadai emas. Sinergi dengan ANTAM menjadi fondasi utama karena sebagian besar emas yang kami distribusikan merupakan produksi ANTAM. Ini bukti nyata penguatan ekosistem BUMN sesuai arahan pemerintah,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (13/4).
Melalui kerja sama ini, BSI dan ANTAM sepakat untuk naik kelas melalui penguatan ekosistem emas yang mudah dan aman. Langkah ini juga menjadi komitmen melayani sepenuh hati dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), serta memastikan seluruh implementasi kerja sama dilakukan sesuai regulasi yang berlaku.
Tak hanya itu, basis nasabah juga melonjak tajam. Nasabah layanan bullion BSI kini mendekati 1 juta dengan pertumbuhan fantastis 658% secara tahunan. Sementara nasabah cicil emas mencapai lebih dari 565 ribu nasabah atau tumbuh 54,67% YoY per Maret 2026.
Di sisi lain, Direktur Komersial ANTAM, Handi Sutanto, menyatakan kolaborasi ini akan memperkuat rantai pasok emas nasional sekaligus membuka akses investasi emas yang lebih luas, aman, dan terpercaya bagi masyarakat.
“Sebagai produsen emas logam mulia, ANTAM berkomitmen untuk memastikan ketersediaan pasokan emas yang berkualitas serta memperkuat distribusi melalui kemitraan strategis. Pada tahun 2025, ANTAM mencatatkan produksi emas sekitar 743 kg, dengan volume penjualan mencapai lebih dari 37 ton emas.
Baca Juga: BTN dan KAI Garap Lima Menara Hunian Berbasis TOD di Kawasan Stasiun Besar Jakarta
Capaian ini mencerminkan tingginya permintaan pasar domestik sekaligus peran strategis ANTAM dalam memenuhi kebutuhan emas nasional," jelasnya.
ANTAM meyakini kerja sama dengan BSI dapat memperluas jangkauan layanan serta meningkatkan literasi investasi emas kepada masyarakat, baik melalui kanal offline maupun transaksi emas fisik berbasis digital. Sinergi ini juga menjadi bagian dari dukungan ANTAM terhadap pengembangan industri bullion nasional yang terintegrasi dan berdaya saing global.
Ia menambahkan, penguatan sinergi ini juga merupakan bagian dari upaya ANTAM dalam mendukung pengembangan ekosistem emas domestik yang terintegrasi, mulai dari sisi pasokan, distribusi, hingga perluasan akses layanan keuangan berbasis emas.
“Ke depan, ANTAM memandang kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mendorong monetisasi emas secara optimal, sekaligus memperkuat peran emas sebagai instrumen investasi yang aman dan relevan bagi masyarakat,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













