kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.641.000   -14.000   -0,53%
  • USD/IDR 18.035   45,00   0,25%
  • IDX 5.873   -113,12   -1,89%
  • KOMPAS100 763   -18,32   -2,34%
  • LQ45 583   -12,03   -2,02%
  • ISSI 203   -3,37   -1,63%
  • IDX30 330   -6,18   -1,83%
  • IDXHIDIV20 410   -5,48   -1,32%
  • IDX80 87   -1,95   -2,19%
  • IDXV30 111   -1,67   -1,48%
  • IDXQ30 107   -1,52   -1,40%

BTN Gandeng BPS Manfaatkan Data Statistik, Bidik Pembiayaan Rumah Lebih Tepat Sasaran


Rabu, 08 Juli 2026 / 18:31 WIB
BTN Gandeng BPS Manfaatkan Data Statistik, Bidik Pembiayaan Rumah Lebih Tepat Sasaran
ILUSTRASI. BTN menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memanfaatkan data statistik nasional, guna memperkuat penyaluran pembiayaan perumahan. (BTN/KILAS)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) RI untuk memanfaatkan data statistik nasional, termasuk Data By Name By Address (BNBA), guna memperkuat penyaluran pembiayaan perumahan.

Kolaborasi ini diharapkan membuat pembiayaan rumah lebih tepat sasaran sekaligus mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding atau MoU) antara Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu dan Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Kesepakatan ini berlaku selama lima tahun dan menjadi landasan kerja sama kedua institusi dalam pemanfaatan data statistik serta layanan perbankan.

Baca Juga: BTN Serap Hampir 90% Target Capex IT pada Semester I-2026

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan salah satu tantangan utama dalam mendorong pembiayaan perumahan nasional adalah ketersediaan data yang akurat mengenai masyarakat yang belum memiliki rumah.

"Kita memiliki satu kebutuhan yang cukup besar, yaitu data. Kalau kita bisa memiliki data yang lebih baik mengenai siapa masyarakat yang belum memiliki rumah, bagaimana tingkat penghasilannya, bagaimana demografinya, itu yang kita butuhkan. Dengan data yang semakin baik, pembiayaan akan semakin tepat sasaran," ujar Nixon dalam siaran pers, Rabu (8/7/2026).

Menurut Nixon, sektor perumahan masih menjadi salah satu penggerak utama perekonomian nasional karena memiliki efek berganda terhadap lebih dari 185 subsektor ekonomi. Di sisi lain, Indonesia masih menghadapi backlog kepemilikan rumah sekitar 9,9 juta unit, sementara kebutuhan rumah baru diperkirakan mencapai 700.000 hingga 800.000 unit setiap tahun.

Melalui kerja sama ini, BTN akan memanfaatkan data statistik dan BNBA sesuai ketentuan yang berlaku untuk memetakan kebutuhan perumahan masyarakat secara lebih komprehensif. Data tersebut mencakup lokasi, karakteristik sosial ekonomi, tingkat pendapatan, kemampuan membeli rumah, hingga potensi permintaan pembiayaan di berbagai daerah.

Baca Juga: BTN Perkuat Transformasi Selaras Danantara, Kinerja Lampaui Rata-Rata Perbankan

Selain itu, BTN juga akan memanfaatkan hasil Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) untuk mengidentifikasi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dan perkembangan aktivitas usaha di berbagai wilayah. Informasi tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun strategi pembiayaan perumahan yang lebih presisi serta memperluas akses kredit sesuai karakteristik ekonomi daerah.

"Makin ke depan, data tidak bisa dipisahkan dari pengambilan keputusan. Kita membutuhkan orang-orang yang mampu mengolah data menjadi informasi sehingga bisa menjadi dasar dalam menentukan strategi dan kebijakan," kata Nixon.\

Tak hanya pemanfaatan data statistik, kerja sama BTN dan BPS juga mencakup dukungan pelaksanaan sensus dan survei, pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan, knowledge sharing, program magang, hingga kolaborasi di bidang statistik, data science, dan analisis data.

Bagi BPS, kerja sama ini juga membuka akses yang lebih luas terhadap layanan perbankan BTN, mulai dari pengelolaan dana, layanan transaksi, fasilitas payroll, hingga pembiayaan perumahan subsidi maupun nonsubsidi bagi pegawai.

Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, nota kesepahaman tersebut diharapkan memperkuat sinergi kedua lembaga dalam penyediaan serta pemanfaatan data statistik yang lebih optimal.

"Kami berharap nota kesepahaman ini menjadi landasan untuk memperkuat sinergi kedua institusi, baik dalam penyediaan dan pemanfaatan data statistik, pengembangan sumber daya manusia, maupun peningkatan kesejahteraan pegawai melalui akses yang lebih mudah terhadap layanan perbankan BTN," ujar Amalia.

Amalia juga mengapresiasi dukungan BTN terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, termasuk penyelesaian pengisian sensus di seluruh kantor cabang BTN. Menurutnya, hasil sensus tersebut akan menjadi referensi penting dalam memahami aktivitas ekonomi nasional sekaligus mendukung penyusunan kebijakan pembiayaan perumahan yang lebih berbasis data.

Sebagai tindak lanjut, BTN dan BPS akan menyusun perjanjian kerja sama teknis yang mencakup pengembangan model pemetaan kebutuhan perumahan berbasis BNBA, identifikasi potensi permintaan pembiayaan, pengembangan kapasitas SDM, hingga mekanisme monitoring dan evaluasi pelaksanaan kerja sama secara berkala.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×