Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan asuransi umum, PT Asuransi Asei Indonesia (Asuransi Asei) masih mengandalkan bisnis perlindungan transaksi dagang sebagai penopang utama pertumbuhan premi.
Direktur Utama Asuransi Asei Dody Dalimunthe mengatakan, kontributor terbesar premi perusahaan masih berasal dari asuransi perdagangan atau trade credit insurance, yang melindungi transaksi dagang domestik maupun ekspor.
Selain itu, sejumlah lini bisnis inti lain turut menopang premi Asei, yakni asuransi kredit, asuransi pengangkutan barang lewat laut (marine cargo) seiring masih tumbuhnya aktivitas perdagangan internasional Indonesia, asuransi properti dan konstruksi (engineering) untuk sektor korporasi, serta suretyship yang terutama mendukung proyek-proyek pemerintah maupun swasta.
Baca Juga: Zurich Syariah Catat Kontribusi Bruto Tumbuh 20% pada Semester I-2026
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, premi bruto Asuransi Asei tercatat Rp477,85 miliar per Mei 2026, naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp106,17 miliar.
Dody mengatakan, capaian tersebut didorong oleh perbaikan kualitas bisnis, bukan semata mengejar pertumbuhan volume. Strategi underwriting yang lebih selektif, penyesuaian pricing terhadap risiko, serta fokus pada portofolio yang memberikan profitabilitas berkelanjutan mulai menunjukkan hasil positif.
"Walaupun kondisi pasar belum sepenuhnya pulih, kualitas pertumbuhan bisnis semakin membaik," kata Dody kepada Kontan, Jumat (17/7/2026).
Dody bilang, peluang pertumbuhan Asei turut ditopang oleh meningkatnya kebutuhan manajemen risiko akibat ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi nilai tukar, serta dinamika geopolitik yang mendorong pelaku usaha semakin menyadari pentingnya perlindungan asuransi.
Di tengah kondisi industri yang masih menantang, Asei tetap optimistis dapat membukukan pertumbuhan premi positif hingga akhir tahun 2026. Untuk mencapai target tersebut, perusahaan menempuh sejumlah strategi, di antaranya memperkuat bisnis inti pada perdagangan domestik dan ekspor, melakukan underwriting yang lebih disiplin berbasis risk-based pricing, serta memperbesar portofolio bisnis korporasi yang memiliki kualitas risiko lebih baik.
“Selain itu, Asei juga meningkatkan sinergi dengan perbankan, BUMN, lembaga pembiayaan, dan pelaku ekspor,” terangnya.
Perusahaan juga memperluas pemanfaatan digital underwriting dan analitik data untuk meningkatkan kecepatan layanan sekaligus kualitas seleksi risiko, serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan premi, profitabilitas, dan kesehatan permodalan.
Baca Juga: Asuransi Syariah Bangkit, Nilai Kontribusi Tembus Rp 9,15 Triliun per Mei 2026
Lebih lanjut, Dody menambahkan, peluang pertumbuhan akan semakin terbuka apabila aktivitas ekspor nasional meningkat, investasi kembali bergairah, dan proyek-proyek strategis pemerintah berjalan sesuai rencana.
Sebagai informasi, secara industri kinerja asuransi umum masih menghadapi tekanan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Mei 2026, premi asuransi umum dan reasuransi mengalami kontraksi sekitar 5,03% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp62,76 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
