kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Bunga acuan BI turun, bunga kredit kapan? Begini kata bankir


Senin, 24 Februari 2020 / 07:05 WIB
Bunga acuan BI turun, bunga kredit kapan? Begini kata bankir


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pekan lalu memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin menjadi 4,75% dari sebelumnya 5%.

Sementara suku bunga deposit facility sebesar 25 bps menjadi 4% dan suku bunga lending facility sebesar 25 bps menjadi 5,5%.

Meski sudah turun, industri perbankan memandang tren penurunan bunga kredit masih membutuhkan periode transisi yang lebih panjang. Ambil contoh, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang punya pertimbangan dalam menurunkan bunga, salah satunya faktor permintaan masyarakat.

Baca Juga: BCA prediksi pertumbuhan kredit konsumer tahun ini masih lambat

Menurut Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, tahun lalu BI pun sebenarnya sudah secara agresif menurunkan bunga sebanyak 100 basis poin (bps).

Hanya saja, dibandingkan dengan bunga deposito, tingkat bunga kredit tidak bisa seketika turun. "Kalau deposito turun 25 bps, itu merata semua. Bunga kredit tidak bisa begitu, banyak faktor pertimbangannya," ujarnya Jumat (21/2).

Namun, setidaknya bank swasta terbesar di Indonesia ini mengungkap sudah menurunkan bunga kredit antara 25-100 bps sepanjang tahun lalu.

Sementara itu secara terpisah, Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim bilang bahwa kebijakan penurunan suku bunga acuan BI merupakan respon atas perekonomian yang tumbuh moderat.

Sekaligus, langkah ini juga sebagai stimulus untuk mengantisipasi dampak virus corona secara global dan imbasnya bagi perekonomian dalam negeri.

Baca Juga: Ekonom: Realisasi stimulus pemerintah lebih krusial tangkal perlambatan ekonomi




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×