kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

CNAF Nilai Peluang Pembiayaan Sektor Produktif Masih Terbuka ke Depannya


Rabu, 05 Agustus 2026 / 21:15 WIB
CNAF Nilai Peluang Pembiayaan Sektor Produktif Masih Terbuka ke Depannya
ILUSTRASI. Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan porsi penyaluran pembiayaan multifinance ke sektor produktif sebesar 46%-48% pada 2026-2027. Namun, angkanya masih di bawah target, yakni 44,57% terhadap total pembiayaan multifinance per Mei 2026. 

Mengenai hal itu, PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) melihat peluang untuk mencapai target tersebut masih terbuka, meskipun tantangannya cukup besar di tengah dinamika perekonomian saat ini. 

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan peluang itu tercermin dari sejumlah sektor produktif, khususnya UMKM dan perdagangan, yang masih menunjukkan potensi pertumbuhan yang baik.

Baca Juga: NPL BNI Terjaga di Level 1,9% hingga Semester I 2026

"Dengan demikian, tetap menjadi sumber peluang bagi industri pembiayaan," ujarnya kepada Kontan, Rabu (5/8).

Lebih lanjut, Ristiawan melihat prospek pembiayaan sektor produktif hingga akhir 2026 masih positif. Dia bilang kebutuhan pelaku usaha terhadap modal kerja maupun pembiayaan investasi diperkirakan tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan permintaan pembiayaan.

Untuk menangkap peluang tersebut, Ristiawan menyampaikan CNAF akan terus memperkuat penyaluran pembiayaan ke sektor produktif melalui pendekatan yang selektif dan berorientasi pada kualitas. 

"Fokus kami adalah mengoptimalkan pembiayaan pada segmen-segmen usaha yang memiliki prospek pertumbuhan yang baik. Dengan demikian, pertumbuhan bisnis dapat berjalan seiring dengan terjaganya kualitas pembiayaan dan penerapan prinsip kehati-hatian," tuturnya.

Dalam mendorong peningkatan porsi pembiayaan sektor produktif, Ristiawan juga mengatakan pihaknya senantiasa mengedepankan strategi digitalisasi untuk menghadirkan proses cepat dengan simplifikasi dokumen, dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang prudent. 

"Dengan pendekatan tersebut, kami berharap pertumbuhan pembiayaan dapat berjalan secara berkelanjutan tanpa mengesampingkan kualitas pembiayaan," katanya.

Terkait kinerja, Ristiawan menerangkan total penyaluran pembiayaan baru CNAF untuk sektor produktif mencapai Rp 1,1 triliun per Juni 2026. Nilainya meningkat 22%, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 904 miliar. 

Dia menjelaskan pembiayaan sektor produktif tersebut berkontribusi sebesar 30% terhadap total penyaluran pembiayaan baru perusahaan yang tercatat senilai Rp 3,7 triliun hingga Juni 2026. 

Baca Juga: OJK Catat Industri Urun Dana Himpun Pendanaan Rp 2,01 Triliun hingga Juli 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×