kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Datangnya musim hujan tak banyak mengerek permintaan asuransi properti dan kendaraan


Selasa, 13 Februari 2018 / 18:42 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi asuransi banjir


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meningkatnya potensi banjir seiring dengan puncak musim hujan di awal tahun tentunya bisa menyebabkan kerugian yang tidak sedikit. Namun rupanya, pemanfaatan asuransi yang menanggung kerugian akibat banjir tak terpengaruh kondisi ini.

Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody AS Dalimunthe, pada umumnya polis asuransi properti dan kendaraan bersifat tahunan. Sehingga permintaan perluasan manfaat untuk menanggung risiko banjir pun biasanya sudah mengikat di awal saat meneken kontrak.

"Dengan demikian musim hujan tidak terlalu banyak mempengaruhi permintaan untuk coverage banjir," kata dia, Selasa (13/2).

Proteksi terhadap banjir sendiri, merupakan perluasan manfaat dari produk asuransi properti dan kendaraan. Sehingga calon nasabah bisa memilih untuk meningkatkan proteksi terhadap banjir atau tidak.

Terkait kesadaran pasar sendiri, Direktur Utama PT Asuransi Adira Dinamika Julian Noor menyebut kebanyakan masyarakat yang memanfaatkan perluasan pertanggungan ini masih di daerah perkotaan. "Namun trennya juga cenderung meningkat," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×