Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Relasi yang kuat dengan nasabah menjadi kunci pertumbuhan bisnis perbankan yang berkelanjutan. Di tengah persaingan dan perubahan kebutuhan yang dinamis, bank tak cukup hanya menawarkan produk dan layanan kompetitif, tetapi juga perlu membangun hubungan berbasis kepercayaan, komunikasi, dan pemahaman atas kebutuhan nasabah.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) salah satu bank yang fokus membangun relasi yang kuat dengan nasabah dengan mengutamakan kepentingan bersama, dan menciptakan dampak positif pada masyarakat luas. Hal itu itu diwujudkan lewat Bakti BCA, sebuah payung tanggung jawab sosial perusahaan BCA yang berfokus pada penciptaan dampak positif dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Melalui Bakti BCA, bank menjalankan berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, budaya, dan pemberdayaan masyarakat. BCA menghadirkan program seperti BCA Berbagi Ilmu, Beasiswa Bakti BCA, serta pelatihan dan pembinaan merias bagi Sahabat Disabilitas (Teman Tuli) untuk mendukung pengembangan generasi muda di sektor pendidikan.
Bakti BCA juga memiliki kegiatan di bidang kesehatan, seperti bakti sosial kesehatan, layanan pemeriksaan gratis, serta kampanye pencegahan stunting. Pada aspek lingkungan, BCA mendukung pelestarian keanekaragaman hayati melalui konservasi penyu, rehabilitasi orang utan, serta perlindungan satwa endemik seperti macan tutul Jawa.
Baca Juga: BCA Sambut Penguatan KLM, Bidik Pertumbuhan Kredit Berkualitas
Baru-baru ini, Bakti BCA meraih empat penghargaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam ajang KEJAR Award dan Financial Literacy Award 2026. Keempatnya meliputi Bank Implementasi KEJAR Terbaik Kategori Bank Umum Konvensional, PUJK dengan Program Literasi Keuangan Teraktif Sektor Bank Umum, PUJK Program Literasi Keuangan Terbaik, serta OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (Peduli) PUJK Terbaik.
Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono menyampaikan bahwa empat penghargaan dari OJK meneguhkan komitmen BCA dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Bakti BCA yang pada 2025 menjangkau lebih dari 169.000 individu di 35 provinsi, dengan melibatkan 652 pekerja sebagai Duta Literasi Keuangan dan 244 cabang.
“Penghargaan ini menjadi dorongan bagi BCA untuk terus menghadirkan edukasi keuangan yang relevan dan mudah diakses demi mendukung kemandirian masyarakat dan terwujudnya Generasi Emas 2045,” kata Widodo dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).
Dari sisi bisnis, BCA menyediakan layanan perbankan transaksi, kredit, dan solusi keuangan bagi segmen korporasi, komersial, UKM, dan konsumer. Per akhir Juni 2026, BCA melayani 42 juta rekening nasabah dan memproses lebih dari 124 juta transaksi per hari, didukung 1.272 kantor cabang, 20.374 ATM, serta layanan digital dan Halo BCA 24 jam.
Baca Juga: BCA Perkuat Pembinaan UMKM dan Desa lewat Community Forum 2026
BCA terus menunjukan pertumbuhan positif dari sisi kinerja. Sepanjang tujuh bulan pertama tahun 2026, bank ini mencetak laba secara individu sebesar Rp 35,25 triliun, tumbuh 1,57% secara tahunan.
Laba masih bisa tumbuh di tengah tantangan yang dihadapi industri perbankan sejalan dengan pertumbuhan pendapatan non bunga berkat inovasi layanan yang digalakkan selama ini. Pendapatan komisi, fee dan administrasi BCA tumbuh positif 8,37% secara menjadi Rp 11,89 triliun, di saat pendapatan pendapatan bunga bersih cuman naik tipis 0,33% menjadi Rp 46,7 triliun.
Dari sisi intermediasi, outstanding kredit BCA secara bank only tembus Rp 1.000,88 triliun per Juli 2026, tumbuh 8,38% secara tahunan. Sejalan dengan itu, total aset bank bertambah 7,44% menjadi Rp 1.575,89 triliun. Adapun total dana pihak ketiga (DPK) BCA tumbuh 8,15% menjadi Rp 1.256,72 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














