Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatat pemulihan simpanan sektor rumah tangga mulai terlihat pada akhir 2025. Tren ini tercermin dari peningkatan jumlah simpanan dan akun nasabah, terutama pada segmen transaksional.
Direktur Network and Retail Funding BTN, Rully Setiawan, mengatakan pemulihan rata-rata dana pihak ketiga (DPK) rumah tangga menjadi indikasi membaiknya perilaku menabung masyarakat.
“Pemulihan rata-rata DPK rumah tangga mengindikasikan adanya perbaikan perilaku menabung masyarakat,” ujar Rully kepada kontan.co.id, Selasa (31/3).
Berdasarkan data Desember 2025, BTN mencatat pertumbuhan baik dari sisi nominal simpanan maupun jumlah rekening secara tahunan. Peningkatan paling signifikan terjadi pada jumlah akun simpanan transaksional yang melonjak hingga 27% secara year on year (YoY).
Baca Juga: Tren Pembiayaan Konsumer Bank Mega Syariah Terjaga di Tengah Pelemahan Industri
“Peningkatan stabil juga terlihat khususnya pada segmen kelas menengah,” tambahnya.
Meski demikian, BTN memperkirakan rata-rata simpanan per nasabah masih akan bergerak moderat ke depan. Hal ini seiring pemulihan daya beli masyarakat yang masih membutuhkan waktu.
Rully menyebut, secara total DPK rumah tangga tetap berpotensi tumbuh pada 2026, didukung inflasi yang terjaga dan peluang penurunan suku bunga.
“Kami optimistis total DPK rumah tangga akan terus tumbuh, namun rata-rata simpanan per nasabah kemungkinan masih moderat,” jelasnya.
Untuk menjaga momentum tersebut, BTN menyiapkan sejumlah strategi, terutama dengan mendorong transaksi nasabah melalui ekosistem digital.
BTN akan memperkuat super app Bale guna meningkatkan aktivitas transaksi nasabah, baik untuk pembayaran maupun transfer. Selain itu, perseroan juga menggencarkan kolaborasi dengan berbagai komunitas dan mitra strategis.
“Kerja sama dilakukan dengan berbagai pihak seperti Pos Indonesia serta komunitas sosial, keagamaan, dan budaya untuk mendorong penggunaan rekening BTN sebagai rekening utama,” ujarnya.
BTN juga mengembangkan program loyalitas berbasis transaksi, seperti pemberian reward poin dan cashback bagi nasabah aktif. Di sisi lain, kerja sama dengan merchant dan platform e-commerce terus diperluas untuk menciptakan ekosistem transaksi yang terintegrasi.
Sejumlah mitra strategis yang telah digandeng antara lain destinasi wisata dan pusat aktivitas publik, seperti Ancol dan Taman Mini.
Selain itu, BTN juga mendorong edukasi keuangan transaksional agar masyarakat tidak hanya menggunakan rekening untuk menabung, tetapi juga sebagai sarana utama dalam aktivitas keuangan sehari-hari.
Dengan strategi tersebut, BTN berharap dapat memperluas basis nasabah ritel sekaligus meningkatkan engagement, sehingga pertumbuhan DPK rumah tangga dapat terjaga secara berkelanjutan.
Baca Juga: Rasio NPL UMKM Naik ke 4,6% pada Januari 2026, Ini Dampaknya ke Industri Penjaminan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













