kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Duh, bunga pinjaman antar bank melejit


Kamis, 01 Oktober 2015 / 17:26 WIB


Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Mesti Sinaga

JAKARTA. Apa yang ditakutkan sebagai dampak krisis ekonomi terhadap perbankan mulai tercium. Musim kemarau likuiditas perbankan sepertinya sudah datang.

Buktinya, suku bunga Pasar Uang Antar Bank alias PUAB terus mendaki. Suku bunga untuk pinjaman antar bank  tenor satu malam (overnight)  melejit dari 5,65% pada awal Agustus 2015 menjadi 6,93% sampai awal Oktober 2015 ini.

Bahkan, berdasarkan data Bank Indonesia, suku bunga PUAB untuk tenor satu hingga 12 bulan mencapai 8,12% - 8,37%. Ini adalah tingkat suku bunga PUAB tertinggi di sepanjang tahun ini.

PUAB atau dikenal juga dengan istilah JIBOR (Jakarta Interbank Offered Rate) merupakan alternatif pendanaan yang bisa ditempuh bank, selain menghimpun dana pihak ketiga dari masyarakat.

“Kalau overnight kan sifatnya hanya sementara. Overnight PUAB meningkat karena terdorong swap dollar AS terhadap rupiah yang naik,” ujar Haru Koesmahargyo, Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kepada KONTAN, Kamis (1/10).

Karenanya, Haru melanjutkan, pihaknya tidak terlalu kesulitan untuk memanfaatkan pinjaman antar bank, terutama untuk tenor pendek, misalnya satu malam.

Overnight PUAB itu untuk gambaran likuiditas, bukan cost of fund. Namun, likuiditas aman,” ujar Haru .



 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×