kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Duh, bunga pinjaman antar bank melejit


Kamis, 01 Oktober 2015 / 17:26 WIB


Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Mesti Sinaga

JAKARTA. Apa yang ditakutkan sebagai dampak krisis ekonomi terhadap perbankan mulai tercium. Musim kemarau likuiditas perbankan sepertinya sudah datang.

Buktinya, suku bunga Pasar Uang Antar Bank alias PUAB terus mendaki. Suku bunga untuk pinjaman antar bank  tenor satu malam (overnight)  melejit dari 5,65% pada awal Agustus 2015 menjadi 6,93% sampai awal Oktober 2015 ini.

Bahkan, berdasarkan data Bank Indonesia, suku bunga PUAB untuk tenor satu hingga 12 bulan mencapai 8,12% - 8,37%. Ini adalah tingkat suku bunga PUAB tertinggi di sepanjang tahun ini.

PUAB atau dikenal juga dengan istilah JIBOR (Jakarta Interbank Offered Rate) merupakan alternatif pendanaan yang bisa ditempuh bank, selain menghimpun dana pihak ketiga dari masyarakat.

“Kalau overnight kan sifatnya hanya sementara. Overnight PUAB meningkat karena terdorong swap dollar AS terhadap rupiah yang naik,” ujar Haru Koesmahargyo, Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kepada KONTAN, Kamis (1/10).

Karenanya, Haru melanjutkan, pihaknya tidak terlalu kesulitan untuk memanfaatkan pinjaman antar bank, terutama untuk tenor pendek, misalnya satu malam.

Overnight PUAB itu untuk gambaran likuiditas, bukan cost of fund. Namun, likuiditas aman,” ujar Haru .



 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×