kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.217   -48,84   -0,59%
  • KOMPAS100 1.159   -9,43   -0,81%
  • LQ45 830   -9,10   -1,08%
  • ISSI 294   -1,42   -0,48%
  • IDX30 432   -3,74   -0,86%
  • IDXHIDIV20 516   -5,62   -1,08%
  • IDX80 129   -1,17   -0,89%
  • IDXV30 142   -0,76   -0,53%
  • IDXQ30 139   -1,87   -1,33%

Duh, pembiayaan multifinance diprediksi bisa turun 6% di tahun ini


Rabu, 12 Agustus 2020 / 19:16 WIB
Duh, pembiayaan multifinance diprediksi bisa turun 6% di tahun ini
ILUSTRASI. Penjualan motor bekas di kawasan Rawa Belong, Jakarta, Senin (20/7/2020). OJK dan APPI proyeksi bisnis pembiayaan multifinance bisa turun 6% yoy sepanjang 2020. KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bisnis pembiayaan yang dijalani oleh multifinance bakal mengalami penurunan sepanjang 2020. Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2B OJK Bambang W. Budiawan menyatakan tidak tumbuh saja hingga akhir tahun sudah bagus.

“Namun kemungkinan secara tahunan di Desember 2020 masih negatif. Pertumbuhan pembiayaan itu simetris dengan pertumbuhan ekonomi. Secara bulanan ada pergerakan, namun ditotal secara akumulatif, year on year agak sulit menemukan angka plus. Mungkin sekitar turun 4% hingga 6%,” ujar Bambang melalui video conference pada Rabu (12/8).

Baca Juga: Babak belur kena dampak corona, OJK dan APPI beberkan kondisi perusahaan pembiayaan

Seiya sekata, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (AAPI) Suwandi Wiratno memproyeksi penurunan pembiayaan sampai akhir tahun 2% hingga 3%. Ia menyebut kuncinya bila perbankan mau memberikan kredit sebagai likuiditas.

“Penjualan kendaraan bermotor baik roda dua dan empat yang baru turun, begitupun untuk bekas. Sedangkan 63% portofolio pembiayaan kami ada di industri kendaraan bermotor roda dua dan empat. Alat berat juga susah akibat komoditas juga terkena dampak serta isu lingkungan,” papar Suwandi.

Oleh sebab itu, Ia melihat industri multifinance hanya bisa mengandalkan nasabah yang sudah berupa pembiayaan dana. Namun di sisi lain, Ia mengaku ada aturan OJK yang membatasi boleh memberikan maksimum 25% untuk pembiayaan dana.

“Saya setuju dengan Pak Bambang, bila optimis pembiayaan bisa minus 3%, kalau worse scenario bisa minus 5% hingga 6%,” kata Suwandi.

Baca Juga: Gara-gara corona, 80% multifinance sempat hentikan penyaluran pembiayaan

APPI telah melihat sebanyak 80% multifinance sempat menghentikan pembiayaannya. Hal ini seiring dengan himbauan dari pemerintah dan regulator agar perusahaan pembiayaan memberikan relaksasi kepada masyarakat terdampak pandemi.

“Sejak kasus Covid-19 pertama diumumkan pada akhir Maret 2020, sebanyak 80% dari perusahaan pembiayaan pada April dan Mei stop lending (hentikan pembiayaan). Karena bersama-sama bahwa April dan Mei sudah melakukan PSBB (pembatasan sosial berskala besar),” jelas Suwandi.

Ia bilang sebanyak 20% multifinance yang masih menyalurkan pembiayaan merupakan multifinance yang memiliki afiliasi dengan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM). Suwandi melihat hal ini dilakukan guna mendukung bisnis ATPM. Di sisi lain, perusahaan pembiayaan ini terbilang lebih kuat.

Baca Juga: Meski bisnis tertekan corona, APPI: Multifinance tetap pertahankan karyawan

Lebih lanjut, kala itu beberapa pimpinan daerah membuat spanduk yang melarang para petugas keuangan untuk masuk, menagih, ataupun eksekusi kendaraan. Namun saat ini, Suwandi bilang kendala itu sudah bisa diatasi dengan bantuan regulator dan asosiasi di daerah.

“Saat ini perusahaan pembiayaan yang sudah masuk (kembali salurkan pinjaman) ialah yang memiliki likuiditas. Saya lihat 30% hingga 40% sudah mulai masuk kembali. Sebab sebagian besar perusahaan pembiayaan sangat bergantung pada pinjaman perbankan,” papar Suwandi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×