kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Ekonom: Di tengah pandemi, beban bunga bank berpotensi naik


Senin, 27 April 2020 / 16:13 WIB
ILUSTRASI. Nasabah bertransaksi di mesin ATM Bank Permata di Jakarta, Jumat (14/2). Industri perbankan tengah menghadapi tantangan di tengah penyebaran wabah virus corona (Covid-19).


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

Salah satunya melalui instrumen quantitative easing yang diantaranya adalah menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM), operasi moneter melalui penyediaan term-repo dan tidak memberlakukan kewajiban tambahan Giro untuk pemenuhan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM).

Fakta lainnya, sebenarnya tren bunga dana perbankan juga sedang ke arah penurunan. Tercatat, per Februari 2020, suku bunga deposito cenderung menurun dibandingkan dengan akhir tahun 2019 lalu.

Baca Juga: Saat IHSG pulih, saham emiten bank BUMN diperkirakan jadi pendorongnya

Bila dirinci, suku bunga deposito 1 bulan turun 15 basis poin (bps) menjadi 5,87%, suku bunga deposito 3 bulan turun 10 bps menjadi 6,22%, suku bunga deposito 6 bulan turun 25 bps menjadi 6,54% dan suku bunga deposito 12 bulan turun 10 bps menjadi 6,82%.

Josua menegaskan, dengan kondisi masih terkendalinya likuiditas perbankan secara keseluruhan dan telah ditopang oleh kebijakan BI untuk melonggarkan kondisi likuiditas berpotensi mendorong penurunan suku bunga deposito namun terbatas oleh risiko penerbitan SBN yang meningkat pada tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×