kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ekonom: Di tengah pandemi, beban bunga bank berpotensi naik


Senin, 27 April 2020 / 16:13 WIB
ILUSTRASI. Nasabah bertransaksi di mesin ATM Bank Permata di Jakarta, Jumat (14/2). Industri perbankan tengah menghadapi tantangan di tengah penyebaran wabah virus corona (Covid-19).


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

Salah satunya melalui instrumen quantitative easing yang diantaranya adalah menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM), operasi moneter melalui penyediaan term-repo dan tidak memberlakukan kewajiban tambahan Giro untuk pemenuhan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM).

Fakta lainnya, sebenarnya tren bunga dana perbankan juga sedang ke arah penurunan. Tercatat, per Februari 2020, suku bunga deposito cenderung menurun dibandingkan dengan akhir tahun 2019 lalu.

Baca Juga: Saat IHSG pulih, saham emiten bank BUMN diperkirakan jadi pendorongnya

Bila dirinci, suku bunga deposito 1 bulan turun 15 basis poin (bps) menjadi 5,87%, suku bunga deposito 3 bulan turun 10 bps menjadi 6,22%, suku bunga deposito 6 bulan turun 25 bps menjadi 6,54% dan suku bunga deposito 12 bulan turun 10 bps menjadi 6,82%.

Josua menegaskan, dengan kondisi masih terkendalinya likuiditas perbankan secara keseluruhan dan telah ditopang oleh kebijakan BI untuk melonggarkan kondisi likuiditas berpotensi mendorong penurunan suku bunga deposito namun terbatas oleh risiko penerbitan SBN yang meningkat pada tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×