kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.820   -8,00   -0,05%
  • IDX 8.094   62,18   0,77%
  • KOMPAS100 1.140   7,85   0,69%
  • LQ45 825   4,28   0,52%
  • ISSI 287   3,18   1,12%
  • IDX30 429   2,34   0,55%
  • IDXHIDIV20 516   2,72   0,53%
  • IDX80 127   0,87   0,69%
  • IDXV30 140   1,25   0,90%
  • IDXQ30 139   0,67   0,48%

Ekonom: Merger bank syariah sudah mendesak


Minggu, 11 Oktober 2020 / 19:36 WIB
Ekonom: Merger bank syariah sudah mendesak
ILUSTRASI. Ilustrasi Syariah. KONTAN/Muradi/2018/06/05


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

Sebagai catatan, saat ini pemerintah melalui Kementerian BUMN berencana untuk melakukan merger atas bank-bank syariah kepunyaan anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Ada 3 bank syariah milik negara yang kini berstatus Bank Umum Syariah (BUS) yakni PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah, dan Unit Usaha Syariah milik PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Secara terpisah, Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Aestika Oryza Gunarto bilang, saat ini pihaknya terus mendorong pelimpahan aset perseroan ke BRI Syariah di Aceh guna mematuhi ketentuan Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS). 

Baca Juga: Kabar baik, kredit perbankan tumbuh sesuai target hingga kuartal III-2020

Aksi konversi aset ini disebut Aestika juga dapat membantu memperkuat kinerja BRI Syariah termasuk meningkatkan nilai tambah dalam rangka penggabungan bank syariah pelat merah.

“Konversi aset BRI ke BRI Syariah di Aceh kini sudah mencapai 74%, sementara pembiayaan sudah selesai dikonversi. Ini juga bisa meningkatkan nilai tambah BRI Syariah sekaligus mendorogng rencana merger bank syariah BUMN,” ungkapnya kepada KONTAN belum lama ini.

Selanjutnya: Pemain marketplace lirik potensi cuan dari industri fintech lending

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×