kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   -77.000   -2,47%
  • USD/IDR 16.919   17,00   0,10%
  • IDX 7.577   -362,70   -4,57%
  • KOMPAS100 1.058   -52,77   -4,75%
  • LQ45 772   -33,15   -4,11%
  • ISSI 268   -15,46   -5,46%
  • IDX30 410   -16,83   -3,94%
  • IDXHIDIV20 502   -16,39   -3,16%
  • IDX80 119   -5,62   -4,51%
  • IDXV30 136   -4,86   -3,45%
  • IDXQ30 132   -4,99   -3,63%

Harga Emas Naik, Nasabah Bullion BSI Naik 44%


Rabu, 04 Maret 2026 / 15:28 WIB
Harga Emas Naik, Nasabah Bullion BSI Naik 44%


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas melanjutkan tren kenaikan dalam setahun terakhir. Per 4 Maret 2026, harga emas tercatat sekitar Rp 3,1 juta per gram, melonjak lebih dari 50% secara tahunan.

Kenaikan harga ini mendorong minat masyarakat terhadap instrumen safe haven seperti emas. Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat pertumbuhan signifikan pada layanan bullion bank sepanjang awal tahun ini.

Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan jumlah nasabah bullion bank meningkat 44% secara year to date (YtD) pada Januari–Februari 2026.

“Peningkatan harga emas dalam setahun terakhir mendorong minat masyarakat berinvestasi emas. Hingga Februari 2026, jumlah nasabah bullion bank tumbuh 44% dibandingkan posisi akhir tahun lalu,” ujar Anton dalam siaran pers, Selasa (4/3).

Baca Juga: BSI Siap Jadi Underwriter Sukuk Lewat Skema Universal Banking

Dari sisi penjualan, realisasi sepanjang 2026 hingga awal Maret telah mencapai 58% dari total penjualan sepanjang 2025.

Anton menambahkan, kenaikan permintaan emas juga dipengaruhi kondisi global, termasuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong harga emas dunia.

“Kondisi global turut memberikan multiplier effect terhadap permintaan emas domestik, seiring kenaikan harga yang cukup signifikan,” katanya.

Untuk mengantisipasi peningkatan permintaan, BSI menyiapkan pengelolaan persediaan dan menjalin kerja sama dengan sejumlah pemasok emas. Perseroan juga membuka peluang penambahan pemasok baru dengan mempertimbangkan aspek manajemen risiko.

Dari sisi layanan, pembelian emas dapat dilakukan secara real time melalui superapps BYOND dengan nominal mulai sekitar Rp 50.000. Nasabah juga dapat melakukan transfer saldo emas antarrekening BSI Emas serta mengajukan pencetakan emas fisik melalui aplikasi untuk diambil di kantor cabang yang dipilih.

Ke depan, BSI memproyeksikan permintaan emas masih akan meningkat.

“Kami melihat permintaan emas masih cukup kuat. Karena itu, selain menjaga ketersediaan stok, kami juga mendorong nasabah untuk berinvestasi secara bertahap dan berorientasi jangka panjang,” tutup Anton.

Baca Juga: BSI Klaim Investasi Infrastruktur Jadi Penyebab Kenaikan CIR ke 52%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×