kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

IDB dikabarkan bersurat tentang Muamalat, ini kata Kementerian BUMN


Rabu, 23 Mei 2018 / 20:27 WIB
ILUSTRASI. Teller Menghitung Uang di Bank Muamalat


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian BUMN mengaku belum membaca surat dari Islamic Development Bank (IDB). Investor Bank Muamalat ini dikabarkan sudah mengirim surat pada Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan terkait Muamalat. 

Wianda Pusponegoro, Staf Khusus III Menteri BUMN bilang, belum melihat isi surat tersebut.

"Kami belum mengetahui secara pasti mengenai surat tersebut," kata Wianda ketika ditemui di acara sharing dan diskusi terbuka dalam rangka kebangkitan nasional anak muda bangkit dan berdaya untuk Indonesia, Rabu (23/5).

Sebelumnya beredar kabar, IDB menyurati dua Kementerian terkait dengan Bank Muamalat pada pekan lalu. Tujuan dari IDB menyurati kementerian ini adalah kerja sama mutual benefit terkait dengan Bank Muamalat.

Belum jelas apa isi surat ini. Namun yang jelas, tujuan utamanya adalah untuk mencari solusi bersama mengenai masalah yang ada di Bank Muamalat.

Bank syariah pertama di Tanah Air ini saat ini tengah menyaring investor yang akan masuk. Berseliweran kabar, banyak calon investor yang tertarik dengan Bank Muamalat, mulai dari bank BUMN, penyuntik modal dari Singapura, sampai keluarga pengusaha Tohir. 

IDB tercatat merupakan pemegang saham 32,74% Bank Muamalat. Perusahaan asal Timur Tengah ini merupakan pemegang saham mayoritas Bank Muamalat sejak 1992.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×