kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Indonesia Re juga akan gali bisnis dari LN


Rabu, 19 November 2014 / 11:04 WIB
ILUSTRASI. BRI berhasil mencatat pertumbuhan kredit di sektor UMKM


Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Indonesia Re, reasuransi raksasa inisiasi pemerintah hasil merjer perusahaan reasuransi pelat merah, nantinya juga akan dimanfaatkan untuk menggali bisnis dari luar negeri. Ini sekaligus sebagai resiprokal bisnis dengan reasuransi-reasuransi asing yang mencari bisnis di dalam negeri.

Firdaus Djaelani, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan mengatakan, reasuransi raksasa bentukan pemerintah ini akan menjadi perusahaan reasuransi besar di ASEAN dengan ekuitas Rp 2 triliun. “Reasuransi ini nantinya juga akan menerima premi dari luar. Ya, resiprokal bisnis dong,” ujarnya, kemarin.

Selama ini, sambung dia, perusahaan reasuransi luar negeri lalu lalang datang dan mengantongi premi asuransi dalam negeri. Sebaliknya, kapasitas perusahaan reasuransi dalam negeri malah belum dimanfaatkan secara maksimal.

Akibatnya, premi reasuransi yang dibuang ke luar negeri terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun lalu, premi reasuransi yang ke luar negeri mencapai Rp 19,95 triliun atau meningkat 10,25% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu Rp 18,10 triliun.

Sementara, penerimaan dari transaksi reasuransi yang diperoleh dari luar negeri mengalami surplus Rp 2,61 triliun. Sehingga, secara keseluruhan, transaksi reasuransi industri asuransi nasional defisit Rp 8,19 triliun. “Angka ini meningkat 64,13% ketimbang defisit tahun sebelumnya, yaitu Rp 4,99 triliun,” terang Firdaus.

Karenanya, dalam rangka meningkatkan kapasitas reasuransi dalam negeri, sekaligus agar mengurangi defisit dari industri asuransi, pemerintah dan OJK menginisiasi pembentukan reasuransi raksasa. Tidak hanya itu, Indonesia Professional Reinsurers (IPR) lewat joint capacity juga akan mendorong kapasitas reasuransi dalam negeri lebih besar lagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×