Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penetapan INDONIA (Indonesia Overnight Index Average) sebagai suku bunga acuan dalam transaksi antar bank berpotensi membawa dampak tertentu bagi perbankan.
Untuk diketahui, BI resmi mengganti JIBOR (Jakarta Interbank Offered Rate) dengan INDONIA mulai 1 Januari 2026. Perbedaan utama JIBOR dan INDONIA terletak pada basis perhitungannya, yang mana JIBOR diambil hanya berdasarkan rata-rata harga kuotasi suku bunga penawaran 17 bank kontributor, sementara INDONIA diambil dari rata-rata tertimbang by volume transaksi overnight seluruh bank konvensional.
Advisor Banking & Finance Development Center Moch Amin Nurdin menilai, kebijakan tersebut bisa membawa implikasi terhadap pasar, meski sifatnya lebih eksidental. Namun, dampaknya tak bakal signifikan bagi bank-bank dengan likuiditas kuat.
Baca Juga: Pendapatan Premi Unitlink Masih Terkontraksi, Begini Penjelasan AAJI
Bank besar yang telah dominan di pasar, menurut Amin, memiliki kapasitas yang memadai untuk menyesuaikan diri dengan mekanisme penentuan suku bunga berbasis INDONIA.
Namun, kondisi tersebut berbeda bagi bank menengah ke bawah, terutama yang memiliki likuiditas lebih terbatas. Bagi kelompok bank ini, penetapan INDONIA berpotensi meningkatkan risiko pasar akibat fluktuasi suku bunga yang lebih tinggi, sekaligus risiko likuiditas, khususnya dalam kondisi pasar yang tidak stabil.
Menurutnya, ketidakpastian menjadi tantangan utama. Jika nilai acuan yang disepakati di pasar sulit diprediksi, hal tersebut dapat memunculkan risiko yang cukup signifikan bagi bank-bank dengan kapasitas manajemen likuiditas yang terbatas.
“Berbeda dengan mekanisme sebelumnya yang memiliki rentang tertentu sehingga pergerakan suku bunga relatif bisa diantisipasi, dengan INDONIA bank menjadi lebih sulit memprediksi pergerakan suku bunga overnight,” jelas Amin kepada Kontan, Rabu (7/1/2026).
Meski kejadian ekstrem dalam transaksi overnight tidak sering terjadi, dampaknya bisa cukup besar apabila benar-benar muncul. Oleh karena itu, ia menilai kebijakan ini bakal menjadi perhatian tersendiri bagi bank-bank dengan posisi likuiditas ketat.
“Pada dasarnya kondisi likuiditas antar bank berbeda, apalagi saat ini persaingannya ketat,” kata Amin.
Selanjutnya: Begini Jurus Diamond Citra Memperkuat Arah Pengembangan Produk Berbasis Segmen Urban
Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Kamis 8 Januari 2026, Kerja Cerdas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













