Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri securities crowdfunding (SCF) atau urun dana mencatat kinerja yang tetap positif sepanjang paruh pertama 2026.
Salah satu platform SCF, PT ICX Bangun Indonesia (ICX) misalnya. Mereka berhasil mencatat total dana himpunan secara kumulatif mencapai Rp233,17 miliar hingga semester I-2026.
Direktur Operasional ICX, Gunawan Aldy menyebut bahwa kinerja ini diimbangi dengan strategi mempertahankan momentum bisnis yang positif.
"Fokus kami di H1 ini tidak hanya pada penambahan listing baru, tetapi juga pada penguatan kualitas secondary market dan pelaksanaan agenda buyback penerbit," ujarnya kepada Kontan, Jumat (26/6/2026).
Hasilnya, 16 penerbit berhasil menyelesaikan kewajiban buyback dengan total nilai sebesar Rp71,55 miliar.
Baca Juga: Urun Dana ICX Berhasil Menghimpun Dana Rp 233,17 Miliar pada Semester I-2026
Kinerja apik juga diraih oleh PT Dana Aguna Nusantara atau Danamart juga mencatat kinerja positif di periode ini dengan jumlah proyek yang berhasil didanai tumbuh sekitar 3% dan nilai penawaran yang terealisasi meningkat sekitar 34%.
"Pada paruh pertama 2026, pengelolaan pendanaan Danamart berjalan secara selektif dan terukur, menyesuaikan dengan kondisi pasar serta iklim investasi yang masih memiliki tantangan tersendiri," ujar Head of Marketing Communication Danamart, Cindera Hegawan.
Dengan kinerja yang apik pada paruh pertama 2026, kedua perusahaan ini optimis bahwa urun dana akan tumbuh positif hingga akhir tahun.
ICX sendiri menangkap pertumbuhan minat investor pada sektor wellness dan healthcare mulai mengalami peningkatan minat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.
Baca Juga: Urun Dana Danamart Catat Pertumbuhan Nilai Pendanaan 34% pada Semester I-2026
Sementara itu, Danamart melihat investor mulai tertarik dengan sektor pendukung transisi energi terutama yang berkaitan dengan kendaraan listrik dan proyek energi terbarukan.
Ke depannya, Danamart akan tetap mengedepankan kualitas kurasi penerbit dan proyek, dengan fokus pada proyek-proyek produktif berbasis ESG dan SDGs yang dinilai relevan dengan kebutuhan investor. Adapun ICX memandang semester II-2026 menjadi momentum untuk menghadirkan lebih banyak penerbit berkualitas, sehingga bisa memberikan alternatif investasi sektor riil yang sehat bagi para pemodal.
Dengan begitu, diA tengah kondisi pasar dan iklim investasi yang masih bergejolak, SCF dipandang sebagai alternatif investasi dengan risiko yang lebih terukur dan berdampak langsung pada perekonomian secara nyata.
Baca Juga: BI Rate Naik, Urun Dana Diyakini Masih Diminati Investor untuk Alternatif Investasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














