kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Inflasi & Fed Rate bayangi penurunan bunga kredit


Selasa, 28 Februari 2017 / 09:23 WIB
Inflasi & Fed Rate bayangi penurunan bunga kredit


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk memproyeksi suku bunga kredit pada 2017 ini masih berpeluang naik. Hal ini sejalan dengan naiknya suku bunga The Fed yang diproyeksi terjadi dua kali pada tahun ini.

Jahja Setiaatmadja, Direktur Utama Bank BCA mengatakan kenaikan suku bunga kredit ini juga akan terjadi pada kredit konsumsi.

“Saat ini bunga kredit KPR antara 6% sampai 11,5% sedangkan untuk KKB antara 3,6% sampai 4%,” ujar Jahja kepada KONTAN, Senin (27/2).

Sebagai gambaran saja, berdasarkan data OJK, suku bunga kredit konsumsi industri perbankan sampai akhir 2016 adalah sebesar 13,59% atau tertinggi dibandingkan dengan dua segmen kredit lain yaitu modal kerja dan investasi.

Anggoro Eko Cahyo, Direktur Konsumer Banking BNI mengatakan secara umum untuk suku bunga kredit konsumsi akan relatif tidak banyak berubah pada tahun ini. Hal ini karena ruang Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan bunga acuan sudah semakin terbatas.

Terbatasnya penurunan bunga acuan ini karena kenaikan inflasi dalam negeri dan kenaikan fed fund rate. Dengan hal tersebut membuat agak sulit bagi bank untuk menurunkan bunga kredit.

Namun secara umum menurut Anggoro, pertumbuhan kredit konsumsi pada 2017 ini diproyeksi akan tetap tumbuh setelah pada 2016 lalu tumbuh terbatas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×