kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.524   24,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jaga margin bunga bersih, ini strategi BNI


Kamis, 30 Maret 2017 / 17:14 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mengaku sudah melakukan antisipasi potensi penurunan NIM pada tahun ini. Hal ini salah satunya dipicu oleh langkah pemberian bunga kredit infrastruktur pemerintah lebih rendah dari bunga pasar.

Sebagai contoh di proyek LRT, berdasarkan data yang diterima KONTAN, beberapa bank BUMN menawarkan bunga sebesar 7%. Bunga ini lebih rendah dari bunga kredit korporasi BUMN sebesar 9,95% sampai 10,5%.

Dengan bunga kredit yang diberikan lebih rendah ini, diproyeksi membuat margin bank BUMN mengalami penurunan. Untuk itu beberapa bankir BUMN sudah mempunyai beberapa strategi.

Achmad Baiquni, Direktur Utama Bank BNI mengatakan untuk menjaga NIM, BNI akan memperbesar dana murah atau CASA. “Saat ini kami mempunyai rasio CASA terhadap DPK sebesar 60% tahun ini kami berusaha meningkatkan menjadi 65%,” ujar Achmad Baiquni, ketika ditemui setelah RDP, di DPR, Kamis (30/3).

Dengan dana murah yang lebih besar ini, diharapkan cost of fund bisa mengalami penurunan. Selain meningkatkan dana murah, pada tahun ini bank juga akan meningkatkan fee based atau pendapatan berbasis biaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×